Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Masuk Tahun Ajaran Baru, Segini Orang Tua Harus Rogoh Kocek untuk Seragam Sekolah Anak

Nasya Rahaya • Kamis, 9 Juli 2026 | 18:21 WIB
SIAPKAN: Jelang tahun ajaran baru, beberapa distributor atau penjual seragam sekolah mulai kebanjiran pembeli.
SIAPKAN: Jelang tahun ajaran baru, beberapa distributor atau penjual seragam sekolah mulai kebanjiran pembeli.

 

SAMARINDA – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, orang tua tak hanya disibukkan dengan persiapan hari pertama sekolah, tetapi juga harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah. Di Samarinda, biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut rata-rata mencapai Rp800 ribu hingga Rp1 juta per anak.

Besarnya pengeluaran itu diungkapkan Pemilik Toko Seragam Putri Jaya Samarinda, Alvionita. Menurutnya, sebagian besar konsumen membeli seluruh kebutuhan sekolah dalam satu kali transaksi agar anak siap mengikuti kegiatan belajar sejak hari pertama.

Baca Juga: Rektor Uniba Harap Kerja Sama dengan Polri Tak Sekadar Seremonial, Fokus Kembangkan SDM Unggul

"Dalam satu transaksi kalau membeli secara lengkap bisa sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Itu sudah termasuk baju, celana atau rok, topi, dasi, ikat pinggang, sampai kaus kaki," ujarnya.

Ia menjelaskan, harga seragam di tokonya bervariasi, mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 150 ribu untuk atasan, dan Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu untuk bawahan. Nilai tersebut belum termasuk seragam khusus yang biasanya dijual masing-masing sekolah, seperti seragam batik maupun pakaian olahraga.

Menurut perempuan yang akrab disapa Vio itu, mayoritas pembeli saat ini merupakan orang tua siswa baru, terutama jenjang Sekolah Dasar (SD). Mereka umumnya memilih membeli seluruh perlengkapan sekaligus agar tidak perlu kembali berbelanja setelah kegiatan belajar mengajar dimulai.

Baca Juga: Pusat Baru Transfer 29 Persen ke Kukar, Sekkab Sunggono: Kewajiban Bayar Utang Harus Jalan

Vio juga mengamati adanya perbedaan pola belanja berdasarkan jenjang pendidikan. Orang tua siswa SD cenderung memilih ukuran seragam yang lebih besar agar dapat digunakan dalam waktu lebih lama, mengingat pertumbuhan anak yang masih cukup pesat.

"Kalau anak SD biasanya orang tuanya memilih ukuran satu atau dua nomor lebih besar karena anak masih cepat tumbuh," katanya.

Berbeda dengan siswa SMP dan SMA yang umumnya sudah menentukan pilihan sendiri. Menurut Vio, pelajar pada jenjang tersebut lebih menyukai seragam yang pas di badan dibandingkan ukuran yang lebih longgar.

Baca Juga: Cabor Hoki Balikpapan Tembus Level Internasional, Kepala Disparpora Minta Prestasi Dipertahankan

"Kalau yang SMP atau SMA biasanya anaknya sudah ikut memilih. Mereka maunya yang pas di badan, meski orang tuanya sering menyarankan membeli ukuran yang sedikit lebih besar supaya lebih awet," ujarnya sambil tersenyum.

Selain ukuran, tren permintaan seragam juga mengalami perubahan. Vio menyebut mayoritas konsumen kini mencari seragam berlengan panjang dan rok panjang, mengikuti ketentuan yang diterapkan banyak sekolah di Samarinda.

"Kalau di Samarinda kebanyakan memang mencari model yang panjang. Yang lengan pendek biasanya untuk siswa laki-laki atau sekolah nonmuslim," jelasnya.

Ia menambahkan, penjualan seragam sekolah sebenarnya terjadi dua kali dalam setahun, yakni menjelang semester ganjil dan semester genap. Namun, lonjakan permintaan selalu lebih tinggi pada awal tahun ajaran baru karena bertepatan dengan masuknya peserta didik baru.

Baca Juga: Mabes Polri Gandeng Universitas Balikpapan, Teken MoU untuk Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

"Kalau semester ganjil memang jauh lebih ramai karena banyak siswa baru yang membeli perlengkapan sekolah dari awal," pungkasnya.

Bagi para pedagang, musim masuk sekolah menjadi periode paling sibuk sekaligus mendongkrak penjualan. Sementara bagi orang tua, momen tersebut menjadi pengingat bahwa biaya pendidikan bukan hanya soal uang sekolah, tetapi juga kesiapan memenuhi berbagai kebutuhan penunjang agar anak dapat memulai tahun ajaran baru dengan nyaman. (*)

Editor : Dwi Restu A
#sekolah #seragam #tahun ajaran baru