SAMARINDA – Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, masih menunggu realisasi dari pemerintah pusat. Pemerintah kecamatan memastikan lahan untuk pembangunan telah disiapkan dan kini tinggal menunggu pelaksanaan program.
Camat Samarinda Seberang Aditya Koespayogi mengatakan, pembangunan KKMP berada di bawah koordinasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur bersama Dinas Koperasi kabupaten/kota sesuai kewenangannya. Sementara itu, pemerintah kecamatan bertugas memberikan dukungan di tingkat wilayah, termasuk menyiapkan lokasi pembangunan.
"Saat ini kami sedang mempersiapkan lokasi di sekitar Kantor Kelurahan Sungai Keledang, Jalan TMMD. Lahannya merupakan aset pemerintah yang sudah disiapkan untuk pembangunan," ujarnya, Kamis (16/7).
Selain menyiapkan lokasi, pihak kecamatan juga memantau perkembangan Koperasi Merah Putih yang telah lebih dahulu diluncurkan di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. Menurut Aditya, koperasi tersebut masih berada pada tahap penyiapan manajemen sehingga aktivitas usahanya belum berjalan optimal.
"Sementara pantauan kami belum beroperasi ya," katanya, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Loa Janan Ilir.
Aditya berharap keberadaan KKMP nantinya mampu melengkapi ekosistem ekonomi masyarakat, bukan justru menjadi pesaing bagi pelaku usaha mikro dan warung yang telah lama beroperasi di lingkungan sekitar.
"Kami berharap koperasi ini menjadi pelengkap, bukan pesaing. Jangan sampai warung-warung lokal kehilangan pasar karena segmen usahanya sama," tegasnya.
Menurutnya, koperasi akan lebih bermanfaat apabila difokuskan pada sektor-sektor strategis yang masih belum terlayani secara optimal, seperti distribusi LPG bersubsidi, bahan pangan pokok, maupun komoditas lain yang kerap mengalami kelangkaan dan fluktuasi harga.
Dengan dukungan pemerintah, kata dia, koperasi memiliki peluang menghadirkan pasokan barang yang lebih stabil sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Kalau bisa masuk ke sektor yang memang dibutuhkan masyarakat, seperti gas elpiji atau kebutuhan pokok, manfaatnya akan jauh lebih besar. Koperasi hadir untuk memperkuat ekonomi warga, bukan menciptakan persaingan baru," pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan