KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menghidupkan kembali aktivitas di Pasar Pagi setelah direvitalisasi mendapat dukungan DPRD Kota Samarinda. Namun, legislatif menegaskan langkah itu harus dibarengi ketegasan terhadap pedagang yang sudah memperoleh lapak tetapi belum memanfaatkannya.
Baca Juga: Parkir Berlangganan Samarinda Raup Rp250 Juta, Dishub Klaim Respons Masyarakat Positif
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, berbagai strategi yang disiapkan Pemkot, termasuk rencana menghadirkan kafe di rooftop Pasar Pagi untuk menarik anak muda, patut didukung selama berdampak pada peningkatan aktivitas perdagangan dan pendapatan asli daerah (PAD).
"Kalau itu memang berdampak terhadap keberlangsungan Pasar Pagi dan menambah PAD, tentu kami dukung. Bagaimanapun juga Pasar Pagi ini merupakan ikon Samarinda, apalagi sekarang sudah direvitalisasi," ujarnya, Minggu (26/7).
Baca Juga: Bangunan Pasar Mangkrak di Sangatta Selatan Diusulkan Jadi Pusat Kuliner dan Ruang Kreatif
Menurut Helmi, revitalisasi Pasar Pagi harus diikuti dengan optimalisasi pemanfaatan seluruh lapak. Ia mengaku menerima informasi bahwa masih banyak kios yang belum ditempati.
"Kami juga berdiskusi dengan Komisi II. Informasinya masih banyak lapak yang belum difungsikan. Sementara waktu audiensi ke DPRD, banyak warga yang ngotot ingin mendapatkan lapak di Pasar Pagi," katanya.
Baca Juga: Dorong Mutu Pendidikan, Tim Prodamat UAD Bekali Tenaga Pendidik Balikpapan Timur Teknologi Digital
Karena itu, DPRD berharap Pemkot segera mencari solusi agar seluruh lapak dapat beroperasi paling lambat Agustus mendatang. Menurutnya, pasar akan sulit kembali ramai jika masih banyak kios yang kosong.
Helmi juga mendukung langkah Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda yang berencana menarik kembali lapak dari pedagang yang tidak memanfaatkannya dan menyerahkannya kepada pedagang yang benar-benar ingin berjualan.
"Menurut saya, pemerintah kota harus tegas. Kalau sudah punya lapak tapi tidak difungsikan, ya cari pedagang lain yang benar-benar riil ingin berjualan di Pasar Pagi. Kan itu saja," kuncinya. (*)
Editor : Sukri Sikki