KALTIMPOST.ID,SAMARINDA–Dugaan salah diagnosis fasilitas kesehatan tingkat pertama kembali mencuat di Kota Samarinda. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun harus menjalani perawatan intensif dan operasi darurat di Rumah Sakit Dirgahayu setelah usus buntunya pecah dan bernanah.
Peristiwa ini diduga akibat keterlambatan penanganan dan diagnosis yang kurang tepat dari pihak Puskesmas Lempake, Samarinda.
Baca Juga: Pos Indonesia Buka 15 Posisi Magang Nasional 2026 untuk Berbagai Jurusan
Orang tua korban, Sulung Nugroho, menuturkan bahwa putranya pertama kali mengeluhkan sakit perut hebat pada Rabu (8/7/2026). Ia lantas membawa buah hatinya ke Puskesmas Lempake sebagai faskes pertama BPJS. Namun, pada pemeriksaan awal dan lanjutan, anaknya hanya didiagnosis mengalami diare serta gangguan lambung biasa.
"Saat penanganan kedua, kondisi anak saya sudah sangat lemas dan sulit berdiri, tapi obat yang diberikan tetap sama dan tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium sama sekali," ungkap Sulung kepada awak media, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: GEGER! Kasatresnarkoba dan Anak Buah Ditangkap Bareskrim: Nyabu dan Peras Warga!
Karena tak kunjung membaik, keluarga mendesak pihak puskesmas untuk menerbitkan surat rujukan hingga akhirnya korban berhasil dilarikan ke UGD RS Dirgahayu pada Senin (13/7/2026).
Setibanya di rumah sakit, tim medis mengevaluasi kondisi bocah tersebut dan menemukan usus buntunya sudah dalam kondisi kritis hingga bernanah. Sehari berselang, korban langsung menjalani operasi pembedahan emergency dan harus dirawat di ruang ICU selama hampir sepekan.
Baca Juga: Oknum Debt Collector Pinjol di Purworejo Ajak Nasabah Ngamar Dinonaktifkan
"Dokter RS Dirgahayu sempat heran kenapa baru dibawa, padahal kondisinya sudah mau pecah. Bagi kami ini miris, sebab sejak hari pertama sakit anak kami langsung dibawa berobat," sesal Sulung.
Keluarga korban makin kecewa setelah mengetahui tenaga medis yang memeriksa anaknya diduga merupakan dokter internship. Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan ruang mediasi langsung dengan dokter yang bersangkutan.
Baca Juga: TSG 2026 Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin Adaptif, Tak Cukup Hanya Unggul Akademik
Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah oleh media massa, Plt Kepala Puskesmas Lempake, Komang Ayu Indah Ardhani, memberikan respons singkat terkait tuduhan kelalaian penanganan pasien tersebut. Ia mengklaim seluruh tindakan medis yang diberikan penanggung jawab di lapangan sudah berjalan semestinya.
"Saya hanya bisa menyampaikan bahwa kami puskesmas sudah melayani sesuai prosedur," jawab Komang singkat.(*)
Editor : Thomas Priyandoko