LKPD Gratis SMP di Samarinda Belum Didistribusikan, Sekolah Tetap Gunakan Buku Paket

Denny Saputra • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:29 WIB
TUNGGU: Sekolah-sekolah di bawah naungan pemkot Samarinda hingga kini masih menunggu pembagian LKPD meski sudah dua minggu masuk sekolah pada tahun ajaran baru. (DENNY SAPUTRA/KP)
TUNGGU: Sekolah-sekolah di bawah naungan pemkot Samarinda hingga kini masih menunggu pembagian LKPD meski sudah dua minggu masuk sekolah pada tahun ajaran baru. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Dua pekan setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir, lembar kerja peserta didik (LKPD) gratis untuk jenjang SMP di Kota Samarinda masih belum diterima sekolah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari guru maupun orang tua murid yang menunggu buku pendamping pembelajaran itu segera didistribusikan.

Keluhan tersebut telah disampaikan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda sebagai bahan evaluasi dan percepatan distribusi.

Ketua MKKS SMP Samarinda yang juga Kepala SMP Negeri 2 Samarinda, Misradianto, mengatakan pertanyaan mengenai keterlambatan distribusi LKPD terus berdatangan, terutama dari para guru yang menggunakan buku tersebut sebagai pendamping kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Orang tua ada yang bertanya, guru-guru juga banyak yang menanyakan karena LKPD menjadi salah satu sarana pendukung kegiatan pembelajaran," ujarnya, Rabu (29/7).

Baca Juga: Satpol PP Samarinda Tegaskan Razia ASN di Warung Kopi Bukan Kebijakan Baru

Menurut Misradianto, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Disdikbud Samarinda, proses pengadaan LKPD kini telah memasuki tahap pencetakan setelah seluruh proses lelang selesai dilaksanakan.

Karena itu, sekolah diminta menunggu hingga proses produksi rampung sebelum buku didistribusikan ke seluruh SMP di Samarinda.

"Informasi dari dinas, sekarang masih proses persiapan distribusi. Insyaallah kalau sudah selesai akan segera didistribusikan ke sekolah-sekolah," katanya.

Meski demikian, ia memastikan keterlambatan distribusi belum mengganggu proses pembelajaran. Selama LKPD belum tersedia, guru tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan buku paket yang telah dimiliki sekolah.

"Guru-guru tetap menggunakan buku paket yang ada di sekolah. Jadi KBM tetap berlangsung meskipun LKPD belum diterima," jelasnya.

Misradianto berharap distribusi dapat segera direalisasikan mengingat LKPD menjadi salah satu perangkat pembelajaran yang membantu siswa memahami materi di kelas.

Ia menambahkan, berbagai masukan dari kepala sekolah dan guru telah diteruskan kepada Disdikbud Samarinda agar proses distribusi dapat dipercepat.

"Kami berharap jangan terlalu lama karena LKPD sangat membantu kegiatan belajar mengajar. Informasi dari dinas, setelah selesai akan langsung didistribusikan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Samarinda mulai menggratiskan LKPD bagi siswa SD dan SMP sejak 2025. Kebijakan yang diinisiasi Wali Kota Samarinda Andi Harun tersebut bertujuan mengurangi beban pengeluaran orang tua sekaligus mencegah praktik jual beli buku di lingkungan sekolah.

Editor : Muhammad Ridhuan
pendidikan Samarinda LKPD Samarinda Buku LKPD gratis SMP Samarinda Disdikbud Samarinda