Rutan Samarinda Overkapasitas, Kanwil Ditjenpas Minta CKG Digelar Berkala

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:42 WIB
Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim Endang Lintang Hardiman
Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim Endang Lintang Hardiman

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kepadatan penghuni yang hampir tiga kali lipat dari kapasitas membuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda rentan terhadap penyebaran penyakit menular. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara berkala bagi seluruh warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam pelaksanaan CKG di Rutan Kelas I Samarinda. Menurutnya, antusiasme warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan sangat tinggi.

"Saya mengapresiasi dukungan Pemkot Samarinda, khususnya Pak Wakil Wali Kota yang hadir langsung. Antusias warga binaan luar biasa karena mereka ingin memastikan kondisi kesehatannya," ujarnya, Senin (3/8).

Endang menjelaskan, warga binaan yang terdeteksi mengidap tuberkulosis (TBC) akan ditempatkan di ruang isolasi dan menjalani pengobatan hingga sembuh sebelum kembali bergabung dengan penghuni lainnya. Sementara warga binaan yang mengidap HIV tetap mendapat penanganan sesuai prosedur medis tanpa isolasi khusus karena tidak menular melalui interaksi sehari-hari.

Untuk mendukung penanganan tersebut, Rutan Kelas I Samarinda telah menyiapkan ruang isolasi. Proses pengobatan juga diawasi langsung oleh dokter dan perawat agar pasien mengonsumsi obat sesuai jadwal. "Obat tidak diberikan begitu saja. Petugas kesehatan mengantar dan memastikan obat diminum setiap hari karena jika pengobatan terputus, peluang sembuh menjadi kecil," jelasnya.

Ia berharap CKG tidak hanya dilakukan sekali, tetapi rutin setiap tiga bulan. Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat kapasitas rutan hanya 442 orang, sementara jumlah penghuni saat ini mencapai 1.254 warga binaan. "Overcrowded sangat rentan terhadap penyebaran penyakit, sehingga pemeriksaan rutin sangat diperlukan," tegasnya.

Terkait persoalan overkapasitas, Endang menyebut pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru di kawasan Bayur, Kelurahan Sempaja Utara, menjadi solusi jangka panjang. Lapas yang akan dibangun di atas lahan Pemkot Samarinda seluas sembilan hektare itu direncanakan berkapasitas sekitar 2.000 warga binaan.

Sementara itu, Rutan Kelas I Samarinda masih mengkaji penambahan bangunan dengan menambah lantai untuk menampung kelebihan penghuni. Setelah Lapas Bayur beroperasi, narapidana yang telah berkekuatan hukum tetap akan dipindahkan ke sana sehingga Rutan Kelas I Samarinda kembali difungsikan khusus untuk para tahanan yang masih menjalani proses hukum. (*)

Editor : Ismet Rifani
Rutan Kelas I Samarinda Cek Kesehatan Gratis berkala Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur Endang Lintang Hardiman over kapasitas