SAMARINDA- Daya tampung sekolah negeri di Samarinda pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 masih belum terisi seluruhnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mencatat sekitar 300an kursi SMP negeri dan lebih dari 1.000 kursi SD negeri masih kosong setelah proses penerimaan peserta didik selesai.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Wahiduddin bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Melainkan persebaran penduduk yang tidak merata.
"Kursi kosong ini mayoritas berada di sekolah-sekolah yang lokasinya jauh dari pusat permukiman, sehingga jumlah calon peserta didiknya memang terbatas," ujarnya, Senin (3/8).
Dia menjelaskan, sejumlah sekolah yang masih memiliki daya tampung tersisa berada di kawasan pinggiran, seperti SMP Negeri 30 Pampang, SMP Negeri 19 Sungai Siring, hingga SMP Negeri 33 Bantuas. Di wilayah tersebut, jumlah lulusan SD sebagai sekolah pendukung juga relatif sedikit. “Bahkan, di Pampang hanya satu SD yang menjadi penyangga utama dengan jumlah lulusan sekitar 22 siswa,” jelasnya.
Dia menerangkan, misalnya kondisi di Sungai Siring juga dipengaruhi hadirnya sekolah baru di wilayah Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Akibatnya, siswa yang sebelumnya mendaftar ke Samarinda kini memilih bersekolah di wilayah yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. “Bahkan ada juga warga Samarinda yang justru pindah ke sekolah di Kukar, karena lebih dekat dengaan tempat tinggalnya,” terangnya.
Sementara itu, persoalan penempatan calon siswa yang sempat memicu protes saat pelaksanaan SPMB dipastikan telah diselesaikan. Seluruh siswa telah memperoleh sekolah tujuan, baik di sekolah negeri maupun sekolah lain sesuai pilihan mereka. “Mereka yang sebelumnya sempat mengajukan keberatan soal zonasi, sebagian besar sudah mendapat kursi di sekolah, sesuai dengan zonasi mereka,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pada SPMB 2026/2027 Pemerintah Kota Samarinda menyediakan 74 rombongan belajar (rombel) TK negeri dengan kapasitas 1.005 murid, 412 rombel SD negeri berkapasitas 12.123 murid, serta 302 rombel SMP negeri dengan daya tampung mencapai 10.053 murid.
Disdikbud menilai keberadaan sekolah di setiap jenjang tetap mengacu pada kesinambungan sekolah pendukung di wilayah masing-masing sehingga pembangunan sekolah baru mempertimbangkan jumlah lulusan pada jenjang sebelumnya. (*)
Editor : Ismet Rifani