KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan pemerataan kualitas pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan.
Selain memperkuat pembelajaran berbasis digital, pemetaan kebutuhan sarana prasarana sekolah di wilayah pinggiran kota serta kekurangan guru terus dilakukan agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang setara.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, momentum tahun ajaran baru menjadi awal untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lebih baik.
Meski pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sempat diwarnai sejumlah persoalan, ia berharap seluruh kendala dapat diselesaikan sehingga siswa dapat belajar dengan tenang.
"Semoga anak-anak bisa belajar dengan tenang dan menjadi generasi penerus yang lebih baik. Ilmu yang didapat juga diharapkan bermanfaat bagi masa depan mereka," ujarnya, Selasa (4/8).
Menurut Saefuddin, Pemkot terus mendorong pengembangan pendidikan berbasis digital. Namun, digitalisasi tidak sebatas penggunaan gadget, melainkan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang didukung sarana dan prasarana memadai.
"Bukan hanya gadget, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar. Sarana pendukungnya juga harus disiapkan agar pembelajaran berjalan optimal," jelasnya.
Selain itu, Pemkot tengah mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana sekolah, khususnya di wilayah pinggiran. Hasil pendataan akan menjadi dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menentukan prioritas pembangunan maupun rehabilitasi sekolah.
Baca Juga: Operasi Antik Mahakam 2026 Sukses, Polres Mahulu Ungkap 5 Kasus Narkoba dan Amankan 6 Tersangka
"Membangun pendidikan tidak hanya di tengah kota. Semua warga Samarinda berhak mendapatkan layanan pendidikan yang sama, sehingga sekolah-sekolah yang membutuhkan akan diprioritaskan," tegasnya.
Di sisi lain, kekurangan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Saefuddin mengakui masih terdapat guru yang mengajar mata pelajaran di luar bidang keahliannya karena keterbatasan tenaga. "Seluruh kebutuhan guru akan kami identifikasi agar penempatannya sesuai bidang keahlian sehingga kualitas pembelajaran semakin baik," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo