Listrik Tak Standar SNI Rawan Picu Kebakaran, Disdamkarmat Samarinda Buka Hasil Edukasi 2.500 Rumah

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Guna memitigasi bahaya kebakaran akibat korsleting listrik, Disdamkarmat Samarinda telah memeriksa instalasi sekitar 2.500 rumah warga dari pintu ke pintu serta rutin menggelar inspeksi proteksi alat pemadam di fasilitas umum dan perkantoran. (HAFIZ/KP)
Guna memitigasi bahaya kebakaran akibat korsleting listrik, Disdamkarmat Samarinda telah memeriksa instalasi sekitar 2.500 rumah warga dari pintu ke pintu serta rutin menggelar inspeksi proteksi alat pemadam di fasilitas umum dan perkantoran. (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tak ingin terus datang ketika api sudah membesar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda memperkuat langkah pencegahan kebakaran dari sumbernya. Salah satunya melalui pemeriksaan instalasi listrik rumah warga yang dinilai menjadi salah satu pemicu dominan kebakaran.

Kepala Disdamkarmat Kota Samarinda Hendra AH mengatakan, pemeriksaan instalasi listrik telah dilakukan terhadap sekitar 2.500 rumah sejak 2023 hingga 2025. Program ini bekerja sama dengan Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (LIT-TR) PLN dan menyasar rumah warga dari pintu ke pintu.

"Rohnya, lebih bagus mencegah daripada memadamkan. Kami ada program pemeriksaan instalasi listrik di kelurahan. Sudah sekitar 2.500 rumah kami periksa," ujarnya, Minggu (9/8).

Baca Juga: Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Lima Bayi Laki-Laki Dimandikan dalam Prosesi Adat Ufah Dayak Kayan

Dalam pemeriksaaan, petugas juga memberikan rekomendasi perbaikan, termasuk menghindari penggunaan colokan bertumpuk yang berisiko memicu korsleting. "Alhamdulillah, sampai saat ini rumah yang kami periksa tidak pernah terjadi kebakaran. Kami berikan rekomendasi, misalnya peralatan listrik yang tidak SNI, kabel semrawut, stop kontak, steker, termasuk colokan bertumpuk," jelasnya.

Program tersebut tidak dilanjutkan pada 2026 karena efisiensi anggaran. Namun, Disdamkarmat tetap menjalankan edukasi melalui program Damkar Go to School, Dasawisma, serta sosialisasi ke instansi dan perkantoran. Selain itu, inspeksi proteksi kebakaran dilakukan pada gedung pemerintahan, swasta, hotel, perkantoran, sekolah hingga perguruan tinggi.

Hendra menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi untuk menekan risiko kebakaran. "Jangan kita hanya reaktif saat terjadi kebakaran. Bagaimana kita memitigasi dan mengurangi risiko kebakaran. Preventif, pencegahan dan sebagainya itu yang lebih penting," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
korsleting listrik Samarinda kebakaran samarinda Hendra AH disdamkarmat samarinda