Tanpa Pesaing, Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda Incar Pemilih Gen Z dan Target Pemilu 2029

Bayu Rolles • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:16 WIB
Andi Satya resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Samarinda periode 2026–2030 dan langsung mematok target penguatan basis suara pemilih muda, penambahan kursi parlemen pada Pemilu 2029, serta persiapan menuju Pilkada Samarinda. (BAYU ROLLES / KALTIM POST)
Andi Satya resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Samarinda periode 2026–2030 dan langsung mematok target penguatan basis suara pemilih muda, penambahan kursi parlemen pada Pemilu 2029, serta persiapan menuju Pilkada Samarinda. (BAYU ROLLES / KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kursi pimpinan Golkar Samarinda yang sempat tanpa penghuni, kini resmi ada pemiliknya. Pucuk kepemimpinan beringin itu kini berada di tangan Andi Satya Adi Saputra.

Anggota DPRD Kaltim tersebut ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Samarinda untuk lima tahun ke depan melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Fugo Hotel Samarinda, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Jalan Andi Satya menuju kursi ketua terbilang mulus lantaran  jadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri dalam proses penjaringan. Tak ada kontestasi terbuka untuk memperebutkan kursi pucuk pimpinan dan para pemilik suara pun akhirnya memberikan dukungan ke Andi Satya

Baca Juga: Tatap Pilkada Samarinda 2029, Gerindra Resmi Dorong Ketua DPRD Helmi Abdullah Maju Calon Wali Kota

Setelah terpilih secara aklamasi, Andi Satya kini punya pekerjaan politik yang perlu segera dimulai. Dari menyusun kepengurusan partai periode 2026-2030, hingga kerja politik untuk mengembalikan Golkar sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di Samarinda sekaligus menambah jumlah kursi di parlemen.

Pada Pemilu 2024, Golkar mengamankan 8 kursi DPRD Samarinda untuk periode 2024-2029. Andi Satya ingin capaian itu tidak stagnan atau malah melorot. "Perlu bawa Golkar kembali jadi partai pemilik suara terbanyak. Syukur-syukur bisa nambah satu atau dua kursi," katanya di sela-sela musda.

Ambisi tersebut tentu tak hanya bisa mengandalkan mesin partai yang sudah berjalan. Ada perubahan perilaku pemilih yang mesti dibaca, terutama di tengah semakin besarnya kelompok pemilih muda.

Baca Juga: Truk Bertonase Besar Bakal Dilarang Masuk Pusat Kota Balikpapan, Dishub Siapkan Skema Transit Feeder

Karena itu, Andi Satya menyebut Golkar membutuhkan strategi baru agar kerja politik partai tak kehilangan relevansi. Salah satu pekerjaan rumahnya adalah bagaimana mendekati pemilih milenial dan Gen Z sekaligus membuat politik terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Golkar, kata dia, memiliki sejarah panjang dalam politik Indonesia. Tetapi sejarah saja tak cukup untuk menjaga dukungan pemilih.vPartai tetap harus bergerak mengikuti perubahan zaman, termasuk cara berkomunikasi, membaca isu, dan membangun hubungan dengan konstituen.

"Tetap harus mengikuti zaman. Kan setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya," tuturnya. Ada satu hal lain yang membuat Musda kali ini lebih dari sekadar pergantian nakhoda organisasi. Dukungan DPD Golkar Kaltim kepada Andi Satya juga disertai ekspektasi politik yang lebih panjang.

Ketua terpilih, secara politik, diharapkan tak hanya memastikan konsolidasi internal partai tetap solid. Tapi juga menyiapkan Golkar Samarinda menghadapi pertarungan elektoral berikutnya.

DPD Golkar Kaltim memberi semacam syarat tak tertulis. Ketua terpilih harus siap bekerja membangun kekuatan partai agar memiliki pijakan untuk diusung sebagai calon kepala daerah Samarinda pada Pilkada mendatang. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
DPD Golkar Samarinda Musda XI Golkar Samarinda Golkar Samarinda Andi Satya Adi Saputra