Jelang Peresmian Teras Samarinda II, DLH Samarinda Temukan Pohon Mati dan Tumpukan Kayu

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:12 WIB
Tumpukan Sampah, kayu dan gulma di tepian Sungai Mahakam di kawasan Teras Samarinda Tahap II akan dibersihkan. (HAFIZ/KP )
Tumpukan sampah, kayu dan gulma di tepian Sungai Mahakam di kawasan Teras Samarinda Tahap II akan dibersihkan. (HAFIZ/KP )

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjelang pembukaan Teras Samarinda Tahap II, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tak hanya menyiapkan kawasan darat. Tumpukan sampah, kayu, dan gulma yang terbawa arus di sekitar tepian Sungai Mahakam turut menjadi perhatian. Pembersihan pun disiapkan melalui kerja bakti lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, kerja bakti dijadwalkan Jumat (14/8) dengan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya DLH, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).

"Sampah di pinggir sungai ini diagendakan Jumat kami kerja baktikan bersama seluruh OPD terkait," ujarnya, usai meninjau Teras Samarinda, Senin (10/8). Selain pembersihan, DLH menyiapkan pemasangan pembatas berupa besi atau wiremesh di bagian ujung kawasan muara sungai untuk mencegah kayu dan rumput kembali masuk ke area sungai.

Baca Juga: Jangan Parkir Sembarangan! Ini Skema Baru Parkir Pengunjung Teras Samarinda II

Namun, Suwarso menyebut persoalan sampah dan gulma yang telah menumpuk hingga menyerupai pulau kecil membutuhkan penanganan lebih serius. Sebab, kawasan tersebut berada dalam kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda.

DLH pun telah berkomunikasi dengan BWS untuk membahas penanganan teknis dan kebutuhan anggaran. Menurutnya, material yang telah menumpuk tidak cukup hanya digeser ke tengah sungai karena berpotensi kembali terbawa saat air pasang.

"Kalau hanya digeser ke tengah, nanti saat air pasang bisa kembali lagi. Jadi percuma kita kerjakan. Ini perlu perencanaan teknis khusus, mungkin menggunakan ekskavator amfibi atau ponton," jelasnya.

Di sisi lain, DLH mulai menyiapkan pemeliharaan kawasan Teras Samarinda Tahap II setelah masa pemeliharaan kontraktor berakhir pada 20 Agustus. Hasil peninjauan menemukan sejumlah pohon mati dan rumput yang mulai mengering.

Baca Juga: Teras Samarinda Tahap II Ditarget Dibuka 1 September, Pemkot Siapkan Skema Pengelolaan

Suwarso mengatakan, kondisi tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor hingga masa pemeliharaan berakhir. Namun, DLH mulai menyiapkan skema pemeliharaan berikutnya, terutama untuk kebutuhan penyiraman tanaman. "Kami agak kesulitan mencari sumber air untuk penyiraman. Ini penting untuk menjaga tanaman dan rumput gajah mini tetap subur," katanya.

DLH berencana mengusulkan jaringan air baru. Namun, jika belum tersedia, penyiraman akan dilakukan menggunakan mobil tangki milik DLH. Skema tersebut dinilai lebih efisien karena tambahan biaya hanya berkaitan dengan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). "Kalau bisa dilakukan dengan mobil tangki DLH, kita gunakan mobil penyiraman. Jadi tidak perlu menambah biaya besar, paling hanya tambahan BBM," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
sungai mahakam Teras Samarinda 2 Teras Samarinda