Teras Samarinda Tahap 2 Dibuka September, DLH Siapkan Petugas dan Skema Perawatan

Denny Saputra • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:28 WIB
PERAWATAN EKSTRA: Salah satu area hijau dari Teras Samarinda 2 yang memerlukan perawatan ekstra imbas musim kemarau. (DENNY SAPUTRA/KP)
PERAWATAN EKSTRA: Salah satu area hijau dari Teras Samarinda 2 yang memerlukan perawatan ekstra imbas musim kemarau. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mulai menyiapkan kebutuhan personel dan sarana untuk mengelola Teras Samarinda tahap 2. Kawasan tersebut ditargetkan mulai dibuka untuk masyarakat pada awal September 2026.

Persiapan dilakukan menjelang berakhirnya masa pemeliharaan pascapembangunan ruang terbuka hijau (RTH) pada 20 Agustus mendatang. Setelah masa pemeliharaan selesai, pengelolaan kawasan akan beralih kepada Pemerintah Kota Samarinda.

Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda Basuni mengatakan kebutuhan personel untuk perawatan taman masih dalam tahap penghitungan. Berdasarkan pemantauan awal, tiga hingga empat petugas dinilai cukup untuk menangani perawatan taman.

Baca Juga: Teras Samarinda 2 Dibuka 1 September, Satpol PP Siapkan 22 Personel dan Pengamanan Tiga Shift

“Kalau untuk perawatan taman, mungkin tiga sampai empat orang sudah cukup,” ujar Basuni, Rabu (12/8).

Namun, kebutuhan personel dapat meningkat apabila kawasan tersebut membutuhkan pengamanan selama 24 jam. DLH masih menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan luas dan seluruh segmen kawasan yang nantinya menjadi tanggung jawab pemerintah kota.

Kaji Penggunaan Air Sungai Mahakam

Selain personel, DLH juga tengah menyiapkan skema penyiraman taman. Pemerintah kota tidak berencana menggunakan pasokan air Perumda Tirta Kencana Samarinda seperti yang digunakan kontraktor selama masa pembangunan.

DLH mempertimbangkan pemanfaatan air Sungai Mahakam untuk memenuhi kebutuhan penyiraman taman.

“Kalau yang menjadi tanggung jawab DLH, kami tidak akan menggunakan itu. Kemungkinannya pasti menggunakan Sungai Mahakam,” jelas Basuni.

Ada dua opsi yang sedang dibandingkan, yakni menggunakan mobil tangki atau memasang pompa yang mengambil air langsung dari Sungai Mahakam.

Menurut Basuni, keputusan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan tenaga, sarana pendukung serta efisiensi biaya operasional.

“Ini akan terlihat mana lebih efisien dari sisi tenaga dan biaya,” terangnya.

Tempat Sampah dan Penyapu Ikut Disiapkan

Setelah pengelolaan beralih ke Pemkot Samarinda, DLH juga akan meningkatkan frekuensi pemeliharaan taman, terutama ketika cuaca panas.

Evaluasi tidak hanya menyasar tanaman. Jumlah tempat sampah serta kebutuhan petugas penyapu juga akan disesuaikan dengan aktivitas masyarakat setelah kawasan dibuka.

“Kalau sudah diserahkan, kami siap melanjutkan pemeliharaan, tinggal mengatur sumber daya yang ada dan kebutuhan dukungan dari pemerintah,” pungkasnya.

Teras Samarinda Segmen 2-4 diketahui telah menyelesaikan pembangunan dan memasuki tahap akhir masa pemeliharaan. Setelah itu, Pemkot Samarinda akan mengambil alih pengelolaan kawasan, termasuk pemeliharaan dan penjagaan hingga akhir 2026 atau sampai ditetapkannya pengelola baru.

Editor : Muhammad Ridhuan
taman Teras Samarinda Teras Samarinda tahap 2 pemkot samarinda Teras Samarinda dlh samarinda