SAMARINDA — Kerusakan menahun di Jalan Ir Sutami, Kecamatan Sungai Kunjang, mulai mendapat penanganan. Pemerintah Kota Samarinda mengalokasikan Rp5,8 miliar untuk memperkuat badan jalan yang menjadi akses penting menuju kawasan pergudangan tersebut.
Pekerjaan tahun ini difokuskan pada pengecoran sepanjang 291 meter di kedua jalur, masing-masing dengan lebar 7 meter. Hingga Kamis (20/8), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 45 persen.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Hendra Gunawan mengatakan, titik pekerjaan berada di bagian jalan yang cukup sering dilintasi kendaraan bertonase berat.
“Progres pelaksanaan sudah berjalan, sekarang ada di 45 persen,” ungkapnya, Kamis (20/8).
Menurut Hendra, peningkatan Jalan Ir Sutami secara keseluruhan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. Namun, anggaran yang tersedia tahun ini baru Rp5,8 miliar sehingga pekerjaan dilakukan secara bertahap.
Titik awal pekerjaan berada di STA 0, yakni dari sambungan cor di depan Indomaret sebelum TPS Jalan Sutami hingga bagian bawah turunan.
Baca Juga: Bankeu Kaltim Rp 77 Miliar Cair ke Samarinda, Proyek Infrastruktur Mulai Dibiayai
Selama pengecoran, arus lalu lintas diatur menggunakan satu jalur untuk dua arah. Setelah beton pada satu sisi mencapai umur yang ditentukan, pekerjaan dilanjutkan ke jalur lainnya.
“Skemanya pengecoran per sisi. Setelah umur beton terpenuhi, akan dilaksanakan pekerjaan di jalur yang lainnya,” jelas Hendra.
Beton Dirancang Tahan Kendaraan Berat
Untuk memperkuat jalan, pengecoran menggunakan beton setebal 30 sentimeter dengan mutu fc 30. Spesifikasi tersebut disesuaikan dengan karakteristik Jalan Ir Sutami yang banyak dilalui kendaraan berukuran dan bertonase besar.
Hendra menyebut konstruksi tersebut memiliki umur rencana sekitar 20–25 tahun.
“Tujuannya untuk bisa menahan beban maksimal dari kendaraan besar yang melewati Jalan Ir Sutami,” tambahnya.
Salah satu kendala selama pekerjaan berlangsung adalah keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di tepi jalan. Untuk sementara, TPS tersebut ditutup dan pembuangan sampah domestik dialihkan ke TPS di Jalan Adam Malik dan Jalan Teuku Umar.
Pengalihan dilakukan setelah DPUPR berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda. Sosialisasi kepada masyarakat juga telah dilakukan.
“Sudah kami sampaikan ke kelurahan-kecamatan dan masyarakat saat sosialisasi,” ujarnya.
Pekerjaan pengecoran ditargetkan rampung pada pertengahan September, sebelum masa kontrak berakhir.
Hendra berharap peningkatan jalan tersebut dapat memperbaiki kondisi akses yang selama ini banyak digunakan warga maupun kendaraan angkutan.
“Harapannya dapat memperlancar lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan untuk aktivitas warga yang melewati Jalan Ir Sutami,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan