SAMARINDA- Pemkot Samarinda menggelontorkan Rp 19,06 miliar dari APBD 2026 untuk membangun infrastruktur pengendali banjir di kawasan kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu, tepatnya sistem drainase subsistem Jalan Pasundan.
Proyek ini diarahkan untuk memperlancar aliran air dari saluran Jalan Pasundan-Gunung Cermai menuju Sungai Mahakam. Pekerjaan tahun ini menjadi bagian lanjutan setelah saluran di kawasan tersebut diperlebar sejak 2023. Selain dua ruas jalan tersebut diharapkan banjir di Jalan Gunung Merbabu juga tuntas.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Darmadi menjelaskan, pembangunan terdiri atas tiga bagian utama. Pertama, pembangunan drainase sepanjang 197,7 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 2,25 meter yang berfungsi sebagai jalur utama menuju Sungai Mahakam.
“Selanjutnya dibangun pintu air dengan lebar 1,2 meter dan tinggi 3 meter. Pintu air terdiri atas satu unit pintu otomatis dan dua pintu manual yang akan mengatur aliran air dari kawasan Pasundan menuju sungai,” jelasnya Minggu (23/8).
Dia melanjutkan, pada bagian ketiga berupa pembangunan rumah pompa di tepian Sungai Mahakam. Bangunan tiga lantai tersebut memiliki lebar 5 meter dan panjang 10 meter serta menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian banjir yang dibangun. “Ketiga infrastruktur ini akan dibangun dengan target penyelesaian 11 Desember 2026 mendatang,” terangnya.
Dia menyampaikan pompa akan digunakan ketika debit air di kawasan Jalan Pasundan meningkat, terutama saat kondisi Sungai Mahakam juga sedang tinggi. Saat muka air sungai tinggi, pintu akan ditutup untuk mencegah air kembali masuk ke saluran, kemudian pompa bekerja membuang air dari kawasan permukiman menuju sungai Mahakam. “Namun saat kondisi normal, pintu manual akan tetap terbuka,” terangnya.
Darmadi menyebut pekerjaan paling krusial saat ini adalah pembangunan crossing drainase yang mengharuskan badan jalan dibongkar. Karena itu, rekayasa lalu lintas diberlakukan mulai 24 Agustus hingga 4 September.
“Skema pekerjaannya yakni penggalian sesuai spesifikasi, kemudian saluran berupa beton pra cetak yang sudah dibuat akan disusun. Setelah bagian atas cor bagian atas dan ruas jalan kembali diaspal, akses kendaraan dapat dibuka secara bertahap.
Dia menambahkan, pekerjaan selanjutnya akan berlanjut di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) tepian Mahakam sehingga tidak lagi mengganggu lalu lintas. Harapannya masyarakat bisa memaklumi karena pekerjaan ini semata-mata untuk menanggulangi banjir di kawasan Jalan Pasundan.
“Kalau memungkinkan, masyarakat juga bisa menggunakan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani