Sungai Mahakam Surut, Perumdam Tirta Kencana Waspadai Intrusi Air Laut

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:36 WIB
SURUT: Perumdam Tirta Kencana meningkatkan kewaspadaan menyusul surutnya Sungai Mahakam akibat El Nino.
SURUT: Perumdam Tirta Kencana meningkatkan kewaspadaan menyusul surutnya Sungai Mahakam akibat El Nino.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Surutnya sejumlah sungai akibat dampak fenomena El Nino mulai meningkatkan risiko masuknya air laut ke perairan Samarinda. Perumdam Tirta Kencana pun meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi intrusi air laut yang berpotensi mengganggu produksi dan distribusi air bersih.

Manajer Produksi Perumdam Tirta Kencana Samarinda Agus Muamar mengatakan, pemantauan telah dilakukan hingga kawasan muara Sungai Mahakam. Dari hasil pengecekan, tanda-tanda intrusi air laut mulai terdeteksi di kawasan Pendingin hingga muara Sanga-Sanga.

"Itu sudah ada memang tanda-tanda sudah masuk intrusi air laut. Terakhir kami mengecek di daerah Pendingin. Informasinya sudah masuk di muara Sanga-Sanga," ujarnya, Senin (24/8).

Meski demikian, Agus memastikan instalasi pengolahan air (IPA) Perumdam saat ini masih beroperasi normal dan belum terdampak langsung. Namun, kewaspadaan ditingkatkan jika curah hujan tidak turun dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Agus menjelaskan, produksi dapat dihentikan sementara apabila kadar klorida mencapai 250 miligram per liter. Penghentian biasanya dilakukan saat sungai pasang. Ketika air kembali surut dan kadar klorida turun di bawah ambang batas, produksi akan kembali dijalankan. "Mudah-mudahan tidak sampai 24 jam stop mati total. Kalau sudah di bawah 250, produksi on kembali," katanya.

Jika intrusi meluas, IPA Pulau Atas dan Palaran diperkirakan menjadi wilayah yang terdampak lebih awal. Perumdam menyiapkan lima mobil tangki serta berkoordinasi dengan BPBD dan pihak swasta untuk membantu distribusi air. "Kami dari Perumdam ada lima tangki. Kami juga koordinasi dengan BPBD dan pihak swasta kalau memang diperlukan," ungkapnya.

Bantuan air tangki bagi masyarakat terdampak intrusi juga direncanakan diberikan secara gratis sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan akibat El Nino.

Sementara itu, penurunan debit air juga mulai memengaruhi IPA Bengkuring dan Bumi Sempaja yang sumber air bakunya berasal dari anak Sungai Karang Mumus. Saat sungai surut, produksi ikut menurun. Namun, kondisi kembali normal ketika debit sungai meningkat.

Untuk mengantisipasi intrusi yang semakin meluas, Perumdam menyiapkan sumber air alternatif berupa sumur air dalam di Jalan Pahlawan.

Agus menilai kondisi saat ini belum separah kemarau panjang 1988. Keberadaan IPA di bagian hulu juga membuat pelayanan tidak sampai terhenti total. "Sekarang sudah ada IPA kita yang di hulu sungai. Jadi tidak mati total, debitnya saja yang menurun," pungkasnya.

Perumdam mengimbau masyarakat tetap menyiapkan penampungan air di rumah sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan distribusi. (*)

Editor : Ismet Rifani
Fenomena El Nino intrusi air laut Samarinda Agus Muamar Perumdam Tirta Kencana Samarinda