Drainase Pasundan Ditingkatkan, Arus Jalan RE Martadinata Direkayasa hingga 4 September

Denny Saputra • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:31 WIB
PERIKSA: Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika mengecek desain rencana pembangunan saluran drainase subsistem Jalan Pasundan, dalam tinjauan lapangan, Senin (25/8). (DENNY SAPUTRA/KP)
PERIKSA: Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika mengecek desain rencana pembangunan saluran drainase subsistem Jalan Pasundan, dalam tinjauan lapangan, Senin (25/8). (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mulai meningkatkan sistem drainase subsistem Jalan Pasundan untuk mengurangi genangan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Pasundan dan Jalan Gunung Cermai, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu.

Pekerjaan tersebut berdampak terhadap arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata. Rekayasa lalu lintas diberlakukan selama proses pembangunan yang ditargetkan berlangsung hingga 4 September mendatang.

Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau lokasi proyek di Jalan RE Martadinata, Senin (24/8). Dia mengatakan, pembangunan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas drainase sehingga air dari kawasan Pasundan-Cermai dapat dialirkan lebih cepat menuju Sungai Mahakam.

“Yang kita bangun adalah saluran pembuangan atau saluran air ini yang langsung menyodet Jalan RE Martadinata,” ujarnya.

Menurut Andi Harun, pembangunan saluran tersebut harus memotong badan Jalan RE Martadinata. Karena itu, pengaturan lalu lintas diperlukan selama pekerjaan berlangsung.

Saluran baru yang dibangun memiliki panjang sekitar 197,7 meter, di luar bagian pintu air. Selain pembangunan saluran baru, proyek tersebut juga mencakup normalisasi saluran sepanjang sekitar 100 meter.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Pelita 8 Samarinda Hanguskan 7 Hektare, Diduga Ada Unsur Kesengajaan

Normalisasi dilakukan karena terdapat sejumlah titik penyempitan atau bottleneck yang dinilai menghambat aliran air menuju kawasan hilir.

“Selain membangun saluran baru, proyek tersebut juga mencakup normalisasi saluran sepanjang sekitar 100 meter yang selama ini dinilai belum efektif,” jelasnya.

Andi Harun berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana meski Pemkot Samarinda masih menerapkan efisiensi anggaran. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir tetap menjadi pekerjaan yang harus dilakukan sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Dalam keadaan efisiensi kita terus bergerak melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita. Kita bekerja saja, insyaallah sisanya Tuhan YME yang akan bantu kita,” pungkasnya.

 
 
Editor : Muhammad Ridhuan
drainase Pasundan Samarinda Jalan RE Martadinata Samarinda pemkot samarinda banjir samarinda