KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kehamilan membawa perubahan besar pada tubuh perempuan. Berat badan bertambah, titik keseimbangan bergeser, hingga muncul keluhan fisik dan kekhawatiran menjelang persalinan.
Di tengah perubahan itu, prenatal yoga bisa menjadi salah satu pilihan aktivitas untuk membantu ibu tetap aktif sekaligus lebih rileks.
Instruktur prenatal yoga Samskara Yoga, Sharonita Lahai, mengatakan gerakan dalam prenatal yoga disesuaikan dengan kondisi tubuh ibu hamil. Bukan sekadar melakukan peregangan, latihan juga diarahkan agar tubuh terbiasa dengan perubahan selama kehamilan.
“Dengan yoga, Ibu hamil bisa mengirim sinyal ke tubuh untuk menerima perubahan itu,” kata Sharon. Menurutnya, latihan juga dipadukan dengan afirmasi positif. Tujuannya membantu ibu menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang dan sadar terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh.
Baca Juga: Bukan Sekadar Olahraga, Yoga Ibu dan Anak di Samarinda Ini Bikin Tubuh Lebih Rileks
“Bikin badan lebih rileks lagi, ngasih afirmasi-afirmasi positif buat mereka supaya bisa melalui proses kehamilan dengan tenang, dengan mindful,” ujarnya.
Manfaat aktivitas fisik selama kehamilan juga didukung berbagai kajian. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut olahraga pada kehamilan yang tidak memiliki komplikasi dapat membantu menjaga kebugaran, mengurangi nyeri punggung, serta dapat menurunkan risiko diabetes gestasional dan preeklamsia. Yoga yang telah dimodifikasi juga termasuk aktivitas yang dapat dilakukan selama kehamilan dengan memperhatikan kondisi ibu.
Sementara National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyebut penelitian menunjukkan yoga selama kehamilan berpotensi membantu menurunkan stres, kecemasan, dan depresi. Analisis terhadap 29 penelitian dengan lebih dari 2.200 peserta juga menemukan manfaat pada sejumlah indikator, termasuk kecemasan, stres, serta durasi persalinan.
Baca Juga: Sharonita Lahai Bawa Konsep Baru, Hadirkan Kelas Yoga Ibu dan Anak di Samarinda
Pengalaman itu pula yang dirasakan Sharon ketika menjalani kehamilan. Ia mengaku tidur menjadi lebih tenang setelah mengikuti prenatal yoga dan rasa khawatir menghadapi persalinan berkurang.
“Yang pasti tidur jadi lebih tenang, lebih nyenyak. Terus juga menuju proses kelahiran, melahirkan itu jadi enggak banyak khawatirnya,” tuturnya.
Namun, Sharon menekankan prenatal yoga bukan soal mengejar persalinan normal. Menurutnya, apa pun metode persalinannya, ibu tetap perlu merasa percaya diri dan mendapat dukungan. “Walaupun nantinya si Ibu melahirkan normal atau sesar, dia tetap ibu yang sempurna,” tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo