Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru SMK Kesehatan Samarinda Kembangkan Media Pembelajaran Digital Berbasis No-Code

K
Penulis: Khairul Anwar❯
Pengenalan dan pelatihan platform. (IST)
Pengenalan dan pelatihan platform. (IST)

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perkembangan teknologi digital mengubah cara generasi muda memperoleh informasi dan belajar.

Peserta didik saat ini semakin terbiasa mengakses informasi melalui telepon pintar, video, gambar, aplikasi, dan berbagai bentuk konten digital.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses.

Advertisement

Tantangan itu terasa pula dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang kesehatan. Pembelajaran kesehatan tidak hanya membutuhkan penjelasan konsep, tetapi juga visualisasi prosedur, tahapan praktik, ilustrasi, video, latihan, dan sumber belajar yang dapat dipelajari kembali oleh siswa.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Samarinda melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat berupa kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru SMK Kesehatan melalui Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis No-Code Platform.

Pengenalan konsep digitalisasi media pembelajaran. (IST)
Pengenalan konsep digitalisasi media pembelajaran. (IST)

Advertisement

"Program ini menyasar sekitar 15 guru pegiat digital learning SMK Kesehatan di Samarinda, baik guru mata pelajaran produktif maupun nonproduktif. Para guru memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak transformasi pembelajaran digital di lingkungan sekolah," ungkap Ketua Kegiatan Hamdani, M.Pd., dosen Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Samarinda.

Hamdani menambahkan bahwa teknologi sudah tersedia, tetapi tantangannya terletak pada pemanfaatannya.

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran masih banyak berpusat pada presentasi, dokumen digital, dan bahan ajar yang relatif statis. Tidak semua guru memiliki pengalaman membuat media pembelajaran digital interaktif secara mandiri.

"Persoalan berikutnya adalah media pembelajaran yang dibuat guru sering tersimpan secara terpisah. Materi berada pada perangkat pribadi, aplikasi pesan, penyimpanan daring, atau berbagai tautan yang berbeda," sambung Hamdani.

Lebih lanjut, Hamdani menjelaskan bahwa transformasi pembelajaran digital tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lewat NGOPI, Hetifah Dorong Mahasiswa Pendidikan Islam Adaptif di Era AI

Lewat NGOPI, Hetifah Dorong Mahasiswa Pendidikan Islam Adaptif di Era AI

Hetifah Sjaifudian dorong mahasiswa STIS Hidayatullah manfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab di era pendidikan digital.

Menaker Akan Hadiri Forum BRICS, Bahas Jaminan Sosial hingga Pengembangan Keterampilan

Menaker Akan Hadiri Forum BRICS, Bahas Jaminan Sosial hingga Pengembangan Keterampilan

Menaker Yassierli menghadiri forum BRICS di India untuk memperkuat kerja sama global menghadapi tantangan dan perubahan dunia kerja.

Hetifah Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Teknologi Digital dan AI

Hetifah Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Teknologi Digital dan AI

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer