ISPA di Samarinda Melonjak 22,8 Persen, Diskes Ingatkan Ancaman Heatstroke

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:26 WIB
Kepala Diskes Kota Samarinda, Ismed Kusasih. HAFIZ/KP
Kepala Diskes Kota Samarinda, Ismed Kusasih. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musim kemarau panjang dan suhu panas mulai berdampak terhadap kesehatan warga Samarinda. Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda mencatat peningkatan kasus penyakit saluran pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sepanjang Agustus 2026.

Berdasarkan data surveilans 10 besar penyakit yang dihimpun melalui aplikasi Info Sehat, kasus penyakit saluran pernapasan pada periode 1-22 Agustus meningkat sekitar 22,8 persen dibandingkan Juli.

Kepala Diskes Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, peningkatan tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau dan fenomena El Nino yang turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). "Di bulan Agustus ini ada peningkatan sekitar 22,8 persen dibandingkan dengan bulan Juli," katanya.

Baca Juga: Luas Karhutla di Samarinda Capai 192 Hektare, Andi Harun Sebut Ada Dugaan Kesengajaan

Meski demikian, Ismed menegaskan kenaikan kasus tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan dengan karhutla. Menurutnya, perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan hubungan antara peningkatan penyakit saluran pernapasan dengan kondisi kualitas udara akibat asap kebakaran.

Saat ini, Samarinda masih berada dalam status waspada. Dari sisi kesehatan, Diskes meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

"Ada tiga yang kita waspadai, yaitu penyakit saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit. Tapi dua penyakit terakhir tidak terlalu signifikan. Peningkatan 22,8 persen itu insyaallah masih terkendali," jelasnya.

Berdasarkan data Diskes Samarinda hingga 22 Agustus 2026, tercatat 799 kasus ISPA dengan rata-rata 36,3 kasus per hari. Jika dilihat dari rata-rata kasus harian, angkanya menunjukkan tren peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Tak Pasang Target, SMA 1 Samarinda Puas Pulang Sebagai Runner-up

Pada Juni 2026, rata-rata kasus ISPA tercatat 162,5 kasus per hari. Angka tersebut naik menjadi 167,9 kasus per hari pada Juli, kemudian mencapai 206,2 kasus per hari selama periode 1-22 Agustus.

Ismed menyebut ISPA memang menjadi salah satu penyakit yang konsisten masuk dalam 10 besar penyakit di Samarinda. Kasusnya tersebar di 10 kecamatan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan (faskes) pemerintah dan sebagian faskes swasta.

"Kalau data surveilans penyakit ISPA ini memang selalu mendominasi masuk dalam 10 besar. Mau musim kemarau atau bulan-bulan biasa, dia selalu menempati 10 besar," katanya.

Dari sisi usia, kelompok masyarakat berusia di atas 20 tahun menjadi kelompok dengan frekuensi kasus tertinggi, yakni mencapai 43,84 persen. Sementara kelompok usia 5-9 tahun tercatat sekitar 17,74 persen. Adapun kelompok usia 10-14 tahun dan 15-19 tahun berada di kisaran 7-8 persen.

ISPA berkaitan dengan sejumlah faktor, mulai dari kondisi lingkungan, suhu, daya tahan tubuh, hingga paparan terhadap lingkungan yang berisiko. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti masker dan topi, menjadi salah satu langkah yang disarankan.

Masyarakat juga diminta menghindari paparan langsung pada waktu terik dan memperbanyak konsumsi air. Langkah tersebut penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas. "Yang penting jangan lupa banyak minum untuk mengurangi terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ini yang paling penting untuk mencegah terjadinya heatstroke," tuturnya.

Baca Juga: Pupuk Bersubsidi di Kaltim Harus Diawasi, Pemuda Didorong Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Selain ISPA, Diskes mengingatkan masyarakat terhadap ancaman heatstroke atau sengatan panas. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika tubuh terpapar suhu panas secara berlebihan dan berisiko menyebabkan gangguan pada sistem tubuh.

Heatstroke dapat menyebabkan gangguan kesadaran hingga pingsan. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan saat cuaca terik diminta lebih memperhatikan kondisi tubuh dan mencukupi kebutuhan cairan.

Untuk penanganan ISPA, Ismed mengatakan sebagian besar kasus masih dapat ditangani dengan pengobatan standar selama kondisi pasien stabil. Namun, apabila muncul tanda gangguan pernapasan seperti sesak napas, pasien harus segera mendapatkan penanganan di unit kedaruratan puskesmas maupun rumah sakit.

Sementara itu, Diskes telah mengimbau seluruh fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus. "Kami sudah menyampaikan pada rapat tim gabungan Satgas, dari sisi kesehatan insyaallah kita sudah mewaspadai dengan mengimbau dan menyurati seluruh faskes, baik pemerintah maupun swasta," ujarnya.

Baca Juga: LAPSUS: Karhutla Kaltim Meningkat, Gapki: Jangan Langsung Tuduh Perusahaan Sawit Bakar Lahan

Diskes juga memastikan ketersediaan obat-obatan untuk penanganan ISPA masih mencukupi. Hal tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus dalam beberapa waktu ke depan.

Meski kasus meningkat, Ismed menegaskan data tersebut belum bisa langsung dikaitkan dengan karhutla. Sebab, surveilans hanya mencatat keluhan dan penyakit pasien yang berobat. "Data surveilans hanya menunjukkan keluhan batuk, pilek atau segala macam. Kalau pasien datang dan mengatakan habis dari hutan terpapar asap, itu lain cerita," jelasnya.

Menghadapi cuaca panas dan kemarau yang masih berlangsung, Ismed mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi kebutuhan cairan. Penggunaan APD seperti masker dan topi juga disarankan saat beraktivitas di luar ruangan.

"Jaga imunitas dan daya tahan tubuh. Istirahat cukup, konsumsi makanan dan minuman bergizi. Kalau harus keluar, gunakan APD seperti masker dan topi," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Diskes Samarinda kasus ISPA Samarinda ISPA di Samarinda heatstroke Samarinda cuaca panas Samarinda