Intrusi Air Laut di Sungai Mahakam Mulai Mereda, IPA Palaran Masih Belum Normal

Denny Saputra • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:22 WIB
DIPANTAU: Perumda Tirta Kencana terus memantau intrusi air laut, imbas kekeringan terutama di bantaran Sungai Mahakam. (DENNY SAPUTRA/KP_
DIPANTAU: Perumda Tirta Kencana terus memantau intrusi air laut, imbas kekeringan terutama di bantaran Sungai Mahakam. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Gangguan intrusi air laut yang sempat berdampak pada lima instalasi pengolahan air (IPA) Perumda Tirta Kencana Samarinda mulai mereda pada akhir Agustus 2026. Dari lima IPA yang terdampak, kini hanya IPA Palaran yang operasionalnya belum kembali normal.

Staf Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda Taufik mengatakan, kondisi air baku yang bersumber dari Sungai Mahakam masih terus dipantau. Salah satu parameter yang menjadi perhatian adalah kadar klorida akibat masuknya air laut ke aliran sungai.

“Dari beberapa instalasi yang kemarin terintrusi air laut, alhamdulillah sudah kembali normal. Jam operasionalnya juga sudah 24 jam,” ujarnya, Selasa (1/9).

Sementara operasional IPA Palaran masih menyesuaikan kondisi air baku. Perumda Tirta Kencana terus memantau perkembangan intrusi, terutama kadar klorida sebagai salah satu indikator yang menentukan kelayakan air baku untuk diolah.

Taufik menjelaskan, produksi IPA Palaran akan kembali dilakukan secara normal apabila kadar klorida telah berada di bawah ambang 250 parts per million (ppm).

“Produksi akan kembali dilakukan secara normal apabila kadar klorida telah berada di bawah ambang 250 parts per million (ppm),” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan bersama Tim Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana, kondisi air baku diperkirakan masih cukup aman untuk operasional hingga Kamis. Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kadar klorida.

“Kami tetap pantau perkembangan intrusi air lautnya, sudah sampai mana kadar kloridanya. Kalau turun dari 250 ppm, kami akan produksi kembali,” tambahnya.

Baca Juga: Air Laut Masuk Sungai Mahakam: IPA Pulau Atas, IPA Palaran, dan IPA Kalhol Kurangi Jam Produksi Air

Warga Diminta Antisipasi

Di tengah proses pemulihan tersebut, Perumda Tirta Kencana mengimbau masyarakat Samarinda untuk menampung air sebagai langkah antisipasi apabila kondisi air baku kembali berubah dan berdampak terhadap operasional IPA.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi karena kondisi intrusi air laut masih dipantau secara berkala. Perubahan kadar klorida di Sungai Mahakam dapat memengaruhi proses produksi air bersih.

Perumda Tirta Kencana berharap kondisi air baku segera kembali normal sehingga operasional seluruh IPA dapat berjalan optimal dan pelayanan air bersih kepada masyarakat Samarinda tidak kembali terganggu.

“Kami berharap air baku di Sungai Mahakam kembali normal sehingga kami bisa memberikan pelayanan air bersih kepada warga Kota Samarinda,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
air bersih Samarinda intrusi air laut Sungai Mahakam IPA Palaran Samarinda kadar klorida Sungai Mahakam Perumda Tirta Kencana Samarinda