Kabut Asap Masih Sedang, Sekolah di Samarinda Tetap Berjalan dan Siapkan Opsi Daring

Denny Saputra • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:14 WIB
TERPANTAU: Disdikbud Samarinda masih memantau kondisi pencemaran udara imbas karhutla yang terdampak di Samarinda. (DENNY SAPUTRA/KP)
DIPANTAU: Disdikbud Samarinda masih memantau kondisi pencemaran udara imbas karhutla yang terdampak di Samarinda. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah Samarinda masih berjalan normal di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda belum mengambil kebijakan meliburkan siswa TK, SD, dan SMP, tetapi mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Selasa (1/9) pukul 18.00, kualitas udara Samarinda berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 79 untuk parameter PM2.5.

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan kabut asap sembari berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya BPBD Samarinda dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Disdikbud juga telah menyiapkan surat edaran kepada sekolah sebagai langkah kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

Baca Juga: Karhutla Samarinda Tembus 227 Hektare, 90 Persen Diduga Ulah Manusia

“Anak-anak tidak boleh sakit karena kabut asap ini,” ujarnya, Selasa (1/9).

Melalui surat edaran tersebut, sekolah diimbau tidak melakukan pembakaran sampah dalam bentuk apa pun. Disdikbud juga meminta siswa yang berada di wilayah rentan terdampak kabut asap menggunakan masker saat beraktivitas.

Tiga Wilayah Diwaspadai

Wahiduddin mengatakan, pembelajaran daring belum menjadi pilihan utama selama kondisi udara masih berada pada kategori sedang. Opsi tersebut baru dipertimbangkan apabila kabut asap semakin pekat dan kondisi telah masuk kategori darurat.

Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Samarinda, terdapat tiga wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi karena berdekatan dengan lahan dan kawasan hutan. Ketiganya yakni Sambutan, Samarinda Utara, dan Palaran.

“Yakni Kecamatan Sambutan, Samarinda Utara, dan Palaran,” sebutnya.

Sekolah-sekolah di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan langkah antisipasi berdasarkan perkembangan kualitas udara.

Disdikbud Samarinda masih melakukan pemantauan terhadap kondisi kabut asap. Kebijakan pembelajaran akan disesuaikan dengan tingkat risiko yang dihadapi siswa dan perkembangan kualitas udara.

“Kami masih memantau kondisi, kalau memang kondisinya sudah sangat parah, pembelajaran secara daring bisa menjadi antisipasi,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
sekolah samarinda karhutla Samarinda kabut asap Samarinda pembelajaran daring Samarinda Disdikbud Samarinda