Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdikbud Samarinda Terbitkan Surat Edaran Kabut Asap Dampak Karhutla

D
Penulis: Denny Saputra❯
KABUT ASAP: BMKG Samarinda mencatat adanya penurunan kualitas udara di Kota Samarinda. Jika kondisinya terus memburuk, Disdikbud Samarinda pun mempertimbangkan skema KBM dialihkan secara daring. (DENNY SAPUTRA/KP)
KABUT ASAP: BMKG Samarinda mencatat adanya penurunan kualitas udara di Kota Samarinda. Jika kondisinya terus memburuk, Disdikbud Samarinda pun mempertimbangkan skema KBM dialihkan secara daring. (DENNY SAPUTRA/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekolah. Meski demikian, kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori sedang belum menjadi alasan untuk meliburkan siswa.

Plt Kepala Disdikbud Samarinda Ibnu Araby mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Samarinda. Surat tersebut berisi langkah antisipasi dan penanganan dampak kabut asap terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik.

Advertisement

“Memperhatikan kondisi kualitas udara di wilayah Kota Samarinda dan sekitarnya yang saat ini terdampak oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kami menyampaikan beberapa hal untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan,” ujarnya, dikonfirmasi Rabu (2/9).

Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/8592/100.01/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Kabut Asap Akibat Karhutla di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Samarinda.

Surat tertanggal 1 September 2026 itu ditujukan kepada seluruh TK/PAUD/PNF/SKB serta SD dan SMP negeri maupun swasta di Samarinda.

Advertisement

Plt Kepala Disdikbud Samarinda Ibnu Araby.
Plt Kepala Disdikbud Samarinda Ibnu Araby.

Masker hingga Larangan Bakar Sampah

Dalam edaran tersebut, sekolah diminta tidak melakukan pembakaran sampah, daun kering, maupun material lainnya yang berpotensi memperburuk kondisi udara.

Seluruh warga sekolah juga diimbau menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan selama perjalanan berangkat maupun pulang sekolah.

Disdikbud Samarinda turut memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai dasar menentukan langkah berikutnya.

Untuk saat ini, pembelajaran tatap muka tetap berjalan. Namun, skenario pembelajaran daring disiapkan apabila kualitas udara mengalami penurunan hingga membahayakan kesehatan.

“Apabila kondisi kabut asap di Kota Samarinda semakin memburuk dan dinyatakan berada pada level sangat membahayakan bagi kesehatan, maka kami akan mempertimbangkan dan menginstruksikan pelaksanaan KBM untuk dialihkan menjadi pembelajaran secara daring/online,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Dukung PJJ di Tengah Kabut Asap

DPRD Samarinda Dukung PJJ di Tengah Kabut Asap

DPRD Samarinda mendukung PJJ di tengah kabut asap. Kebijakan dapat diperpanjang jika kualitas udara belum membaik.

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Kasus ISPA di Samarinda melonjak nyaris 30 persen imbas kabut asap karhutla. Diskes catat 8.609 kasus dalam dua pekan, sekolah diimbau PJJ.

Kabut Asap Masih Sedang, Sekolah di Samarinda Tetap Berjalan dan Siapkan Opsi Daring

Kabut Asap Masih Sedang, Sekolah di Samarinda Tetap Berjalan dan Siapkan Opsi Daring

Kabut asap di Samarinda masih kategori sedang. Sekolah tetap berjalan, namun pembelajaran daring disiapkan jika kondisi memburuk.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer