Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Masih Sedang, Sekolah di Samarinda Tetap Berjalan dan Siapkan Opsi Daring

D
Penulis: Denny Saputra❯
TERPANTAU: Disdikbud Samarinda masih memantau kondisi pencemaran udara imbas karhutla yang terdampak di Samarinda. (DENNY SAPUTRA/KP)
DIPANTAU: Disdikbud Samarinda masih memantau kondisi pencemaran udara imbas karhutla yang terdampak di Samarinda. (DENNY SAPUTRA/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah Samarinda masih berjalan normal di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda belum mengambil kebijakan meliburkan siswa TK, SD, dan SMP, tetapi mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Selasa (1/9) pukul 18.00, kualitas udara Samarinda berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 79 untuk parameter PM2.5.

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan kabut asap sembari berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya BPBD Samarinda dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

Disdikbud juga telah menyiapkan surat edaran kepada sekolah sebagai langkah kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

“Anak-anak tidak boleh sakit karena kabut asap ini,” ujarnya, Selasa (1/9).

Advertisement

Melalui surat edaran tersebut, sekolah diimbau tidak melakukan pembakaran sampah dalam bentuk apa pun. Disdikbud juga meminta siswa yang berada di wilayah rentan terdampak kabut asap menggunakan masker saat beraktivitas.

Tiga Wilayah Diwaspadai

Wahiduddin mengatakan, pembelajaran daring belum menjadi pilihan utama selama kondisi udara masih berada pada kategori sedang. Opsi tersebut baru dipertimbangkan apabila kabut asap semakin pekat dan kondisi telah masuk kategori darurat.

Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Samarinda, terdapat tiga wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi karena berdekatan dengan lahan dan kawasan hutan. Ketiganya yakni Sambutan, Samarinda Utara, dan Palaran.

“Yakni Kecamatan Sambutan, Samarinda Utara, dan Palaran,” sebutnya.

Sekolah-sekolah di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan langkah antisipasi berdasarkan perkembangan kualitas udara.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Dukung PJJ di Tengah Kabut Asap

DPRD Samarinda Dukung PJJ di Tengah Kabut Asap

DPRD Samarinda mendukung PJJ di tengah kabut asap. Kebijakan dapat diperpanjang jika kualitas udara belum membaik.

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Kasus ISPA di Samarinda melonjak nyaris 30 persen imbas kabut asap karhutla. Diskes catat 8.609 kasus dalam dua pekan, sekolah diimbau PJJ.

Disdikbud Samarinda Terbitkan Surat Edaran Kabut Asap Dampak Karhutla

Disdikbud Samarinda Terbitkan Surat Edaran Kabut Asap Dampak Karhutla

Disdikbud Samarinda belum meliburkan sekolah akibat kabut asap. Pembelajaran daring disiapkan jika kualitas udara memburuk.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer