Kualitas Udara Samarinda Kategori Sedang, Kelompok Sensitif Diminta Waspada dan Pakai Masker

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:00 WIB
Kualitas udara Samarinda masuk kategori sedang. DLH mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. (RAMA/KP)

 
Kualitas udara Samarinda masuk kategori sedang. DLH mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. (RAMA/KP)  

  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Polusi udara mulai terasa di Kota Tepian. Meski kualitas udara masih berada dalam kategori sedang dan relatif aman untuk aktivitas luar ruangan, masyarakat, terutama kelompok sensitif, diminta tetap waspada.

Baca Juga: Evaluasi SE BBM Bersubsidi di Balikpapan, Pemkot Pantau SPBU Selama 6 Hari

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, berdasarkan pemantauan melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara BMKG di Bandara APT Pranoto, Kecamatan Samarinda Utara,  Senin (1/9), kualitas udara Samarinda saat ini berada pada angka 17,5 mikrogram per meter kubik. "Untuk kualitas udara di Kota Samarinda itu dalam kategori sedang," ujarnya.

Menurut Suwarso, kondisi tersebut masih dapat diterima untuk aktivitas masyarakat. Namun, polusi mulai terasa sehingga warga tetap perlu memperhatikan kondisi udara, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. "Kategorinya sedang, masih aman beraktivitas di luar. Namun, polusinya mulai terasa," sebutnya.

Baca Juga: Kebun Sawit Masyarakat Kutim Masuk Kawasan Hutan dan Konsesi, Wabup Usul Di-enklave

Meski demikian, kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta penderita asma dan penyakit jantung diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terlebih jika mulai mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi.

Data 24 jam terakhir menunjukkan kualitas udara Samarinda mengalami fluktuasi. Puncak polusi terjadi pada pukul 12.00 hingga 13.00 Wita dan sempat masuk kategori kuning.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi anak usia sekolah. Suwarso mengimbau agar aktivitas seperti olahraga, upacara, dan kegiatan pramuka di lapangan dihindari saat kualitas udara memburuk. "Saran untuk anak usia sekolah, hindari olahraga di luar, upacara, pramuka di lapangan. Kemudian di kelasnya ditutup, kalau ada AC nyalakan, gunakan masker medis N95," pungkasnya.

Baca Juga: Dari Jalan hingga Laut Dikepung Debu, Kades Sekerat Minta Pemerintah dan Perusahaan Bertindak

Ia menambahkan, kondisi udara pada siang hari telah membaik dibandingkan sebelumnya, meski masih berada dalam kategori sedang. Karena itu, anak-anak dan kelompok sensitif tetap perlu mendapat perhatian agar tidak terlalu lama terpapar polusi udara. (*)

Editor : Sukri Sikki
masker Suwarso polusi udara kota tepian dlh samarinda