TPI Harapan Baru Masih Sepi, Dinas Perikanan Gencarkan Promosi

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 16:31 WIB
MASIH SEPI: TPI Harapan Baru di Jalan Cipto Mangunkusumo Kecamatan Loa Janan Ilir diharapkan jadi salah satu pusat ekonomi baru di kawasan tersebut.
MASIH SEPI: TPI Harapan Baru di Jalan Cipto Mangunkusumo Kecamatan Loa Janan Ilir diharapkan jadi salah satu pusat ekonomi baru di kawasan tersebut.

SAMARINDA- Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, mulai beroperasi sejak 18 Agustus 2026. Namun, aktivitas perdagangan di fasilitas tersebut masih belum maksimal lantaran sebagian pedagang belum membuka lapaknya dan pasokan ikan masih banyak berputar di TPI Selili.

Kepala Dinas Perikanan Samarinda Achmad Fauzi Irawan mengatakan, pihaknya masih berupaya meningkatkan animo masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja di TPI Harapan Baru. Promosi dilakukan dengan menggandeng kelurahan dan kecamatan di sekitar lokasi.

“Intinya, kita masih memancing animo masyarakat untuk berkunjung. Kita juga banyak upaya yang dilakukan untuk memasarkan, termasuk melalui teman-teman di Selili,” ujarnya, Jumat (4/9).

Dia menjelaskan, hingga kini belum seluruh pedagang beraktivitas di TPI Harapan Baru. Salah satu kendalanya adalah akses pedagang terhadap pasokan ikan, karena selama ini, sebagian pedagang mendapatkan ikan dari agen yang beraktivitas di Selili.

“Makanya kami mendorong agar agen-agen tersebut mulai membagi aktivitas perdagangan ke TPI Harapan Baru. Dengan demikian, distribusi ikan sekaligus perputaran ekonomi dapat terbentuk di lokasi baru tersebut,” jelasnya.

Fauzi optimistis kondisi itu hanya persoalan waktu. Apalagi TPI Harapan Baru baru berjalan sekitar dua pekan. Dalam waktu dekat, lokasi tersebut juga akan menjadi tempat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama pihak terkait.

“Insyaallah Jumat nanti GPM digelar di sini. Kami siapkan tempatnya. Ini sekaligus untuk mempromosikan TPI,” ujarnya. Terkait kebutuhan sumber daya manusia, Dinas Perikanan memperkirakan diperlukan sekitar 22 pegawai untuk mengelola TPI, termasuk juru parkir dan petugas keamanan.

Saat ini, kebutuhan tersebut masih ditutup dengan penjadwalan pegawai yang ada di lingkungan dinas. “Skema Pegawai Jasa Lainnya Orang Perseorangan (PJLP) menjadi opsi paling cepat jika tambahan anggaran disetujui. Sementara pembentukan UPT membutuhkan peningkatan tipe organisasi dari tipe C menjadi tipe B,” terangnya.

Sedangkan untuk potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Fauzi belum berani menetapkan angka. Menurutnya, besaran PAD sangat bergantung pada volume perdagangan ikan yang nantinya berlangsung di TPI Harapan Baru. “Tetapi kami telah membidik kawasan TPI Harapan Baru jadi pusat perekonomian baru di Kecamatan Loa Janan Ilir,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
TPI Harapan Baru Achmad Fauzi Irawan Dinas perikanan Samarinda