Drainase RE Martadinata Berlanjut ke Depan BTN, Targetkan Kurang dari Seminggu Rampung

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 16:52 WIB
BERALIH: Pengalihan arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata Kecamatan Samarinda Ulu, beralih ruas, tepatnya di depan Bank BTN. Pengendara diharapkan berhati-hati saat melintas, atau memilih jalur alternatif lain, Jumat (4/9).
BERALIH: Pengalihan arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata Kecamatan Samarinda Ulu, beralih ruas, tepatnya di depan Bank BTN. Pengendara diharapkan berhati-hati saat melintas, atau memilih jalur alternatif lain, Jumat (4/9).

SAMARINDA – Pembangunan drainase di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Samarinda Ulu, terus berlanjut meski progres pengerjaan baru mencapai sekitar 20 persen. Mulai Jumat (4/9), pekerjaan crossing drainase, yang menghubungkan Jalan Gunung Cermai menuju tepian sungai Mahakam, bergeser ke sisi lain jalan, tepatnya di depan Bank BTN.

Sebagaimana diketahui pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari peningkatan drainase subsistem Jalan Pasundan.

Sebelumnya, pengerjaan drainase dilakukan dari arah Jalan Gajah Mada menuju Jalan RE Martadinata. Tahapan tersebut ditargetkan rampung pada 4 September. Namun, pekerjaan mengalami keterlambatan akibat sejumlah kendala di lapangan, termasuk terganggunya mobilitas pengguna jalan serta pemindahan jaringan pipa Perumda Tirta Kencana.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan, pihaknya berupaya mempercepat pekerjaan pada tahapan berikutnya agar keterlambatan tidak semakin panjang. “Kami lanjut ke depan dan diusahakan lebih cepat. Memang ada mobilitas yang terganggu, kemudian ada pemindahan pipa PDAM,” ujarnya, Jumat (4/9).

Menurut Darmadi, pekerjaan drainase sebelumnya sempat mendapat perhatian masyarakat karena berdampak terhadap aktivitas di sekitar lokasi. Bahkan, pengerjaan sempat beriringan dengan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Namun, dia menyebut warga kini mulai memahami pekerjaan tersebut dan mendukung program pembangunan drainase yang dilakukan pemerintah. “Warga sudah mengerti dan mendukung program ini. Paling cepat mungkin seminggu,” jelasnya.

Dia menambahkan, metode pekerjaan dilakukan dengan menggali saluran, memasang pancang, kemudian menurunkan konstruksi precast sebelum dilakukan pengecoran bagian atas. Untuk mempercepat proses, pihaknya juga menggunakan metode pengecoran dengan fasilitas fast track.

“Karena sudah memahami lapangan, maka targetnya pada sisi ini (depan bank BTN) akan lebih cepat,” tambahnya.

Di sisi lain, pemindahan pipa Perumda juga dilakukan di kawasan Jalan Gunung Cermai, termasuk jaringan yang berada di sisi kanan depan Bank BTN. Penyesuaian jaringan tersebut menjadi salah satu bagian yang harus diselesaikan sebelum pekerjaan drainase dapat dilanjutkan secara optimal.

“Ini juga beriringan dengan penyesuaian jalur pipa distribusi perumda Tirta Kencana. Kami mohon doanya agar pekerjaan bisa selesai lebih cepat sehingga arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata bisa kembali normal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemkot Samarinda menggelontorkan Rp 19,06 miliar dari APBD 2026 untuk membangun infrastruktur pengendali banjir di kawasan kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu, tepatnya sistem drainase subsistem Jalan Pasundan.

Proyek ini diarahkan untuk memperlancar aliran air dari saluran Jalan Pasundan-Gunung Cermai menuju Sungai Mahakam. Rinciannya pembangunan drainase sepanjang 197,7 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 2,25 meter yang berfungsi sebagai jalur utama menuju Sungai Mahakam. (*)

Editor : Ismet Rifani
Drainase Jalan RE Martadinata Samarinda darmadi DPUPR Samarinda