KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penanganan genangan di kawasan Pasundan, Samarinda Ulu, memasuki tahap akhir. Setelah tiga tahap pembangunan drainase sejak 2023, pemerintah kini mengerjakan sodetan terakhir di Simpang Jalan Gunung Cermai untuk memperbesar kapasitas pembuangan air ke sungai.
Pekerjaan tersebut merupakan Segmen 4 dari rangkaian pembangunan drainase. Saluran yang dibuat memiliki lebar sekitar 5 meter, lebih besar dibandingkan tiga tahap sebelumnya yang sekitar 3 meter. Kapasitas tersebut diharapkan membuat aliran air dari sejumlah ruas di Kelurahan Jawa lebih cepat terbuang ke Sungai Mahakam.
Lurah Jawa Mukmin mengatakan, pembangunan drainase dilakukan secara bertahap. Segmen 1 dikerjakan pada 2023, Segmen 2 pada 2024, dan Segmen 3 pada 2025. Tahun ini, pekerjaan memasuki segmen terakhir.
"Ini sodetan terakhir dari rangkaian Segmen 1 sampai 4. Harapannya, dengan kapasitas yang lebih besar, air bisa lebih cepat mengalir dan genangan di kawasan Pasundan semakin berkurang," kata Mukmin.
Baca Juga: Bagi Hasil PT LBB ke Kas Daerah Bontang 2025 Nihil, Fokus Pelunasan Gaji dan Bebas Utang Lama
Sodetan di depan Bank BTN Samarinda semula diusulkan dengan anggaran sekitar Rp20 miliar. Setelah dilakukan efisiensi, nilai kontraknya kini sekitar Rp19 miliar. Menurut Mukmin, sodetan terakhir diperlukan karena aliran air dari Jalan KS Tubun Dalam, KS Tubun Luar, dan Siradj Salman mengarah ke kawasan Pasundan. Sebelumnya, kapasitas outlet di bagian akhir masih terbatas sehingga pembuangan air belum optimal.
"Air dari Jalan KS Tubun Dalam, KS Tubun Luar, dan Siradj Salman semuanya mengarah ke Pasundan. Sebelumnya outlet terakhir terlalu kecil. Sekarang kapasitasnya diperbesar dan pembuangannya langsung ke sungai," ujarnya.
Peningkatan kapasitas drainase mulai dirasakan setelah tiga tahap sebelumnya rampung. Air yang sebelumnya menggenang lebih lama kini lebih cepat surut setelah hujan berhenti.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Andi Harun Pilih Bersihkan Teras Samarinda 2 dengan Gotong Royong
Mukmin mengingat kondisi kawasan tersebut saat awal menjabat sebagai lurah pada 2021. Hujan deras kerap membuat Jalan Pasundan, khususnya sekitar bekas kantor kelurahan lama, tergenang hingga lutut orang dewasa. Di Perumahan Pasundan Permai RT 39, ketinggian air bahkan bisa mencapai pinggang.
Saat ini, pekerjaan berlangsung di ujung Jalan Gajah Mada menuju Jalan RE Martadinata dan Simpang Cermai. Pengerjaan dilakukan secara bertahap agar arus kendaraan tetap berjalan.
Setelah pekerjaan di depan Bank BTN selesai, pengerjaan akan bergeser ke Jalan Cermai sepanjang sekitar 197 meter. "Memang lalu lintas sedikit terganggu, tetapi tetap kami upayakan berjalan. Kami bersama kepolisian terus memantau agar pekerjaan bisa cepat selesai tanpa menutup akses sepenuhnya," katanya.
Baca Juga: Helikopter Caracal TNI AU Tiba di Balikpapan, Siap Water Bombing Karhutla di IKN
Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan sistem buka-tutup bergantian pada sisi pekerjaan. Kepadatan paling terasa pada jam sibuk, terutama dari Simpang Gang Raudah hingga Simpang Cermai.
Karena itu, warga yang beraktivitas di Jalan RE Martadinata dan Jalan Gajah Mada diimbau mempertimbangkan jalur alternatif, khususnya pada pagi dan sore hari. Akses menuju Rumah Sakit Dirgahayu masih dapat menggunakan Jalan Merbabu, Jalan Semeru, dan Jalan Merapi.
Sementara itu, warung, penginapan, dan usaha warga di sekitar lokasi diupayakan tetap dapat beroperasi selama pekerjaan berlangsung. Pengerjaan drainase ditargetkan berlangsung hingga Desember. Mukmin berharap pelaksana dapat mempercepat pekerjaan agar gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas tidak berlangsung lama.
"Jadi kita sama pelaksana harus gerak cepat. Karena kita sebagai pelayanan masyarakat atau pelayanan publik tetap berjalan, masyarakat juga tetap, ekonominya tetap berjalan. Jadi tidak mengganggu," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki