Bersihkan Tepian Mahakam, DLH Turunkan Personel ke Teras Samarinda 2 

Denny Saputra • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:45 WIB
GERAK CEPAT: Tim DLH mengangkut sampah sisa kayu dan gulma di tepian Sungai Mahakam, tepatnya di Teras Samarinda 2, Sabtu (5/9).
GERAK CEPAT: Tim DLH mengangkut sampah sisa kayu dan gulma di tepian Sungai Mahakam, tepatnya di Teras Samarinda 2, Sabtu (5/9).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembersihan tepian Sungai Mahakam di sisi Teras Samarinda 2 dilakukan tanpa anggaran khusus. Menindaklanjuti arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memaksimalkan personel dan peralatan yang tersedia.

Andi Harun bersama jajaran sebelumnya meninjau langsung lokasi tersebut pada Jumat (4/9), sekaligus memberikan arahan terkait penanganan tumpukan gulma, potongan kayu, dan sampah yang berada di tepian sungai. Sehari berselang, DLH langsung menurunkan tim untuk memulai pembersihan.

Baca Juga: Sumur Warga Bayur Mengering, BPBD Samarinda Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis

Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso mengatakan, sebanyak 23 personel dikerahkan. Sebanyak 18 petugas bekerja dari sungai, sementara lima lainnya menangani bagian daratan. “Tim bekerja dari sisi sungai dan darat,” ujarnya dikonfirmasi Kaltim Post, Sabtu (5/9).

Dia menjelaskan dalam mendukung pekerjaan, petugas menggunakan dua unit perahu besar dan tiga speedboat. Peralatan tersebut digunakan mengangkut gulma, potongan kayu berukuran kecil hingga sampah plastik yang mengapung di permukaan Mahakam. "Pelan-pelan kami bersihkan sesuai kemampuan tim. Dan Alhamdulillah hasilnya mulai terlihat bersih," jelasnya.

Baca Juga: Bebaskan Pasundan dari Banjir Setinggi Pinggang, Sodetan Raksasa 5 Meter Mulai Digarap

Sementara untuk kayu berukuran besar, petugas akan menggunakan chainsaw untuk memotongnya terlebih dahulu sebelum dinaikkan dan dibawa ke pangkalan pungut, kemudian dibawa ke TPA menggunakan truk pengangkut sampah. "Pada tahap awal, pembersihan difokuskan pada area sekitar halte dengan panjang sekitar 150 meter," singkatnya.

Suwarso menyebut pembersihan dilakukan setiap hari selama jam kerja. Waktu istirahat menyesuaikan kondisi di lapangan. Namun, pengerahan tim dapat disesuaikan apabila terdapat kegiatan di Pangkalan Pungut Jalan Muso Salim Kecamatan Samarinda Kota maupun di Jalan Jelawat Kecamatan Samarinda Ilir, termasuk pelayanan bagi komunitas maupun akademisi yang melakukan aksi pungut sampah.

"Tentu kami melayani relawan, mahasiswa maupun komunitas yang mau melakukan kegiatan memungut sampah. Setelah itu kembali ke titik Teras Samarinda 2," sebutnya.

Dia menambahkan kendala utama kegiatan ini adalah kondisi pasang surut Mahakam. Saat air terlalu surut, kapal sulit mendekati tepian sehingga petugas harus menunggu ketinggian air kembali memungkinkan. “Ini kami kerja rutin, setiap hari perlahan-lahan, sebagaimana arahan wali kota,” ujarnya. (*)

Editor : Duito Susanto
sungai mahakam Teras Samarinda bpbd samarinda andi harun dlh samarinda