SAMARINDA – Ribuan perempuan dan anak memadati kawasan Taman Samarendah, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (6/9). Mereka mengikuti Parade Perempuan Samarinda Bersatu yang melibatkan sekitar 63 komunitas dan organisasi perempuan di Kota Tepian.
Parade tersebut menjadi ruang bagi perempuan Samarinda untuk menunjukkan eksistensi sekaligus memperkuat solidaritas antarkomunitas. Kegiatan digelar dengan rute terbatas di sekitar kawasan Taman Samarendah.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Samarinda sekaligus Ketua Perempuan Samarinda Bersatu Rinda Wahyuni mengatakan, parade tersebut bermula dari inisiatif spontan komunitas perempuan setelah pemerintah memutuskan tidak menggelar pawai.
Dengan keterbatasan waktu dan kondisi peserta, panitia memilih rute yang relatif dekat. Awalnya, kegiatan hanya ditargetkan diikuti sekitar 50 peserta. Namun, antusiasme komunitas perempuan justru jauh lebih besar.
Baca Juga: Pasar Murah Digelar, Samarinda Jaga Harga Pangan di Tengah Karhutla
“Kami komunitas perempuan berpikir, bagaimana kalau kami perempuan saja yang mengadakan gerakan pawai ini,” ujarnya.
Menurut Rinda, lebih dari 100 komunitas sebenarnya menyatakan minat untuk berpartisipasi. Namun, keterbatasan waktu, tempat, dan pertimbangan teknis membuat jumlah peserta akhirnya dibatasi sekitar 63 komunitas.
Ia menyebut parade tersebut menjadi penanda bahwa komunitas perempuan di Samarinda memiliki kekuatan dan solidaritas. Ke depan, gerakan itu diharapkan berkembang menjadi wadah yang mendorong perempuan lebih berani menyuarakan berbagai persoalan, termasuk ketika menghadapi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi partisipasi perempuan dalam memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, parade tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Samarinda.
“Semoga pesan inti dari acara ini adalah bagaimana terus memperkuat persatuan daerah, bagaimana kita kompak dan bergotong royong,” ujarnya.
Editor : Muhammad Ridhuan