Kemarau Panjang, 50 Hektare Sawah Serayu Samarinda Terancam Gagal Panen

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:10 WIB
Lahan persawahan di Serayu, Tanah Merah, Samarinda Utara, terancam gagal panen akibat kekurangan sumber air. (HAFIZ/KALTIM POST)
Lahan persawahan di Serayu, Tanah Merah, Samarinda Utara, terancam gagal panen akibat kekurangan sumber air. (HAFIZ/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kemarau panjang mulai mengancam lahan pertanian di Samarinda. Sekitar 50 hektare persawahan di kawasan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, berpotensi gagal panen karena petani kesulitan mendapatkan sumber air untuk mengairi sawah.

Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distapangtani) Kota Samarinda Noke Pattipawaej mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena lahan persawahan di Serayu tidak memiliki sumber air yang memadai.

"Kalau di Serayu itu memang karena mereka baru tanam dan kebetulan mereka tidak punya sumber air. Kita mencoba melalui mekanisme bukan pompa, melainkan menggunakan tangki air untuk mengisi embung. Dari embung, air kemudian masuk ke lahan persawahan mereka," ujarnya, Senin (7/9).

Baca Juga: Bapelitbang PPU Siapkan Forum Konsultasi Publik, Perencanaan Didorong Lebih Efisien

Menurutnya, bantuan air melalui tangki menjadi salah satu upaya untuk menjaga tanaman yang baru ditanam. Namun, sebelum dialirkan ke lahan persawahan, kualitas air terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan tidak membahayakan tanaman.

"Kita masih mencoba menguji kualitas airnya sebelum memasukkan air tersebut ke lahan persawahan. Kalau misalnya kandungan logamnya terlalu berat, takutnya malah berisiko tanaman mati," jelasnya.

Ia menambahkan, petani yang membutuhkan bantuan pengairan dapat mengajukannya melalui kelompok tani untuk kemudian dikoordinasikan dengan petugas penyuluh dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

"Jadi, masing-masing petani itu kan ada kelompok taninya. Nanti mereka akan berkoordinasi dengan petugas penyuluh yang ada di lokasi, kemudian ke BPP," katanya.

Saat ini, Samarinda memiliki empat BPP yang berada di Makroman, Lempake, Sungai Kunjang, dan Palaran. Petani yang tergabung dalam kelompok tani akan lebih mudah mendapatkan fasilitasi bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: Digitalisasi SPBU Jadi Opsi Hentikan Kongkalikong Pembelian Pertalite

"Kalau mereka ada di dalam kelompok, akan terfasilitasi," pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
kemarau Samarinda sawah Serayu bantuan air gagal panen samarinda utara