Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Mulai Mengancam, 654 Hektare Lahan Pertanian Samarinda Terdampak

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Kepala Distapangtani, Muhammad Darham. HAFIZ/KP
Kepala Distapangtani, Muhammad Darham. HAFIZ/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ancaman kekeringan akibat kemarau panjang mulai membayangi sektor pertanian Samarinda. Sebanyak 654,5 hektare lahan tercatat terdampak kekeringan, meski hingga kini belum ditemukan kasus gagal panen maupun puso.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Samarinda Muhammad Darham mengatakan, potensi gagal panen masih relatif kecil karena sebagian petani tengah memasuki masa panen.

Kondisi cuaca justru membantu petani mempercepat proses panen. "Alhamdulillah potensi gagal panen sedikit karena kebetulan sekarang masa panen. Yang kami khawatirkan nanti bergesernya musim tanam," ujarnya, Selasa (25/8).

Advertisement

Darham menjelaskan, setelah panen petani perlu segera mengolah lahan dan kembali menanam. Namun, proses tersebut membutuhkan ketersediaan air. Karena itu, Distapangtani mulai menyiapkan langkah mitigasi dengan memanfaatkan pompa serta sumur yang masih memiliki cadangan air.

Wilayah yang paling dikhawatirkan berada di kawasan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan. Kemarau membuat air asin mulai masuk sehingga sumber air yang selama ini mengandalkan pasang surut sungai tidak lagi dapat diandalkan.

Advertisement

"Target kita bisa panen sampai empat kali di sana. Tapi dengan adanya kemarau dan air asin yang masuk, mudah-mudahan masih bisa mencapai dua atau tiga kali panen," jelasnya.

Dari total 654,5 hektare lahan terdampak, komoditas yang mengalami kekeringan meliputi padi, jagung, sayuran, tanaman hortikultura, singkong, ubi, dan kacang. Darham menegaskan, kondisi tersebut belum dikategorikan sebagai gagal panen.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, petani membutuhkan pompa, selang, benih, sumur bor tambahan, serta pompa berkapasitas tinggi untuk mengalirkan air ke lahan yang berada di dataran tinggi.

Distapangtani juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp183 juta untuk membantu penyediaan peralatan. Anggaran tersebut telah disetujui Wali Kota Samarinda dan selanjutnya akan melalui proses seleksi.

Sementara lahan yang mulai kehilangan sumber air, termasuk kawasan persawahan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, akan menjadi prioritas. Darham menyebut lahan pertanian yang tidak mendapatkan pengairan selama sekitar satu bulan berpotensi mengalami gagal panen.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kebakaran Lahan di Pelita 8 Samarinda Hanguskan 7 Hektare, Diduga Ada Unsur Kesengajaan

Kebakaran Lahan di Pelita 8 Samarinda Hanguskan 7 Hektare, Diduga Ada Unsur Kesengajaan

Kebakaran lahan di Pelita 8 Samarinda menghanguskan sekitar 7 hektare. Polisi menyelidiki kemungkinan unsur kesengajaan.

Tiga IPA Samarinda Kurangi Operasional, Ini Wilayah yang Terdampak

Tiga IPA Samarinda Kurangi Operasional, Ini Wilayah yang Terdampak

Intrusi air laut meningkatkan salinitas sumber air baku, sehingga tiga IPA Samarinda mengurangi jam produksi dan distribusi.

Dermaga Harapan Baru Samarinda Bakal Diaktifkan Dukung TPI dan Cold Storage

Dermaga Harapan Baru Samarinda Bakal Diaktifkan Dukung TPI dan Cold Storage

Pemkot Samarinda menyiapkan peningkatan Dermaga Harapan Baru untuk mendukung bongkar muat ikan dan aktivitas TPI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer