KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Intrusi air laut mulai mengusik produksi air bersih di Samarinda. Naiknya kadar klorida di Sungai Mahakam membuat Perumdam Tirta Kencana Samarinda harus mengurangi jam operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat.
Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Taufik mengatakan, saat ini terdapat sembilan IPA yang terdampak intrusi air laut. Yakni IPA Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana, dan Cendana.
"Memang ada sembilan IPA yang terdampak di Samarinda. Namun, dari pihak lab induk Perumdam dan seluruh intake serta IPA, kami selalu memantau kenaikan kadar klorida," ujarnya, Rabu (9/9).
Taufik menjelaskan, produksi air akan dihentikan sementara apabila kadar klorida melewati ambang 250 ppm. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi air baku sebelum produksi kembali dijalankan.
Baca Juga: Panen Jagung di Bentian Besar Kutai Barat Tembus Dua Ton, Siap Dipasok ke Bulog Samarinda
"Apabila di atas 250 ppm kita akan stop produksi dulu. Pada saat 15 menit atau 30 menit ke depan kita selalu memantau kenaikan kadar klorida. Apabila di bawah batas ambang 250 ppm, kami akan produksi kembali seperti biasa," jelasnya.
Menurutnya, kondisi sembilan IPA tersebut masih dinamis. Sebagian sudah kembali beroperasi, tetapi jam produksinya dapat dikurangi atau dihentikan kembali jika kadar klorida kembali meningkat.
"Yang biasa jam operasionalnya 24 jam, mungkin bisa berkurang. Apabila terkena intrusi air laut, kita akan stop dulu," katanya.
Untuk membantu masyarakat yang terdampak, Perumdam Tirta Kencana menyiapkan sekitar empat hingga lima titik pengambilan air di sejumlah IPA. Warga dapat mengambil air secara langsung melalui keran yang telah disediakan dengan membawa galon atau jeriken.
Baca Juga: Tak Tebang Pilih, OIKN Seret Korporasi Sawit ke Polisi Buntut Kebakaran Lahan
Titik tersebut antara lain berada di kawasan IPA Palaran, Pulau Atas dan Sungai Kapih. Sementara untuk distribusi menggunakan mobil tangki, Perumda berkoordinasi dengan Satgas BPBD, camat, lurah hingga RT setempat.
"Untuk percepatan layanan kami kepada masyarakat, warga bisa mengambil ke IPA-IPA terdekat yang terdampak intrusi air laut," tuturnya.
Distribusi melalui mobil tangki diprioritaskan ke lokasi yang memiliki tempat penampungan besar, seperti masjid, gereja, maupun fasilitas umum lainnya. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil air secara terpusat sehingga penyaluran lebih cepat.
Perumdam Tirta Kencana juga mengimbau warga menampung air saat aliran kembali masuk ke rumah serta menghemat penggunaannya selama intrusi air laut masih memengaruhi sumber air baku.
"Kami imbau kepada warga Samarinda agar menampung air terlebih dahulu saat mengalir ke rumah, serta menghemat dan menggunakan air dengan bijak," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo