Intrusi Air Laut Kian Kritis, 10 IPA di Samarinda Terdampak

Denny Saputra • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:12 WIB

BANTUAN: Beberapa warga mengantre mendapatkan air bersih di IPA Palaran, imbas intrusi air laut pada sumber air baku dari sungai Mahakam, beberapa waktu lalu.
BANTUAN: Beberapa warga mengantre mendapatkan air bersih di IPA Palaran, imbas intrusi air laut pada sumber air baku dari Sungai Mahakam, beberapa waktu lalu.

SAMARINDA- Intrusi air laut di Sungai Mahakam mulai memberi tekanan serius terhadap produksi air bersih di Samarinda. Hingga Kamis (10/9), sedikitnya 10 instalasi pengolahan air (IPA) milik Perumda Tirta Kencana terdampak intrusi, dengan IPA Gunung Lipan di Kecamatan Samarinda Seberang menjadi lokasi terbaru yang ikut terdampak.

Kondisi tersebut membuat Perumda Tirta Kencana harus memperketat pemantauan kualitas air baku sekaligus menyiapkan sejumlah skenario mitigasi untuk menjaga distribusi air bersih kepada masyarakat.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, pemantauan terhadap kondisi Sungai Mahakam kini dilakukan lebih intensif. Jika sebelumnya pengujian dilakukan dengan frekuensi tertentu, saat ini pemeriksaan kualitas air ditingkatkan menjadi setiap satu jam.

“Masyarakat tidak usah khawatir, karena tiap satu jam Mahakam itu kita lab uji. Kalau ada kenaikan klorida sampai melewati batas 250 ppm, intake kita pasti stop,” ujarnya, Kamis (10/9).

Dia menjelaskan, penghentian sementara operasional IPA, tidak serta-merta dilakukan selama 24 jam. Pengoperasian kembali akan menyesuaikan kondisi pasang surut Sungai Mahakam. Ketika kadar klorida kembali turun di bawah ambang batas, intake dapat diaktifkan kembali. "Jika klorida di atas 250 ppm, produksi distop. Setelah turun, akan beroperasi lagi," jelasnya.

Andi Harun menyebut berdasarkan histori penanganan sebelumnya, belum banyak IPA yang harus dihentikan selama 24 jam penuh. Bahwa skema ini diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Air dengan kadar klorida yang telah melampaui ambang batas harus dihindari karena berpotensi mengganggu kualitas air yang diproduksi. "Ada dampak pada kesehatan jika menggunakan air dengan klorida tinggi seperti gangguan kulit dan lainnya," sebutnya.

Jika penghentian intake terjadi, Pemkot Samarinda bersama Perumda Tirta Kencana telah menyiapkan skenario lanjutan, termasuk pengerahan tangki air untuk membantu distribusi.

"Dengan kondisi intrusi, kami berharap masyarakat memahami kemungkinan gangguan distribusi selama proses mitigasi ini," pungkasnya.  (*)

Editor : Ismet Rifani
Perumda Tirta Kencana intrusi air laut IPA stop sementara andi harun