KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Naiknya kadar klorida Sungai Mahakam membuat produksi air bersih di IPA Sungai Kapih dihentikan sementara. Kondisi air baku dipantau setiap jam untuk memastikan produksi berjalan saat kadar klorida berada di bawah batas yang ditetapkan.
Untuk membantu warga terdampak, Perumdam Tirta Kencana menyiapkan sekitar empat hingga lima terminal pengambilan air di sejumlah IPA. Salah satunya Terminal IPA Sungai Kapih, warga dapat mengambil air melalui keran yang disediakan dengan membawa galon atau jeriken.
Operator IPA Sungai Kapih Achmad Robbyal mengatakan, pengambilan air bersih untuk masyarakat di Terminal IPA Sungai Kapih telah melayani warga sejak Rabu pagi. Masyarakat dapat mengambil air melalui keran yang disiapkan dengan membawa galon atau jeriken. "Ini mulai hari Rabu pagi sudah berjalan untuk warga," kata Achmad, Jumat (11/9).
Baca Juga: Tiga SPPG di Paser Di-Suspend BGN, Layanan MBG 8 Ribu Siswa Terhenti Sejak Agustus
Terminal tersebut didukung penampungan berkapasitas sekitar 4.530 meter kubik dengan 10 titik keran. Pengambilan air dibatasi maksimal dua galon per orang. "Untuk pengambilan air galon maksimal satu orang dua galon. Enggak boleh menggunakan selang, enggak boleh menggunakan mobil," jelasnya.
Terminal IPA Sungai Kapih dapat digunakan warga selama 24 jam. Pembatasan jumlah pengambilan diterapkan agar pasokan dapat dimanfaatkan secara merata. Sementara itu, kadar klorida air baku Sungai Mahakam diperiksa setiap satu jam. Produksi dan distribusi kembali dilakukan jika kadarnya di bawah 250 ppm.
"Setiap satu jam sekali kami sebagai operator mengecek kadar klorida. Kalau kloridanya di bawah 250 ppm, kami langsung melanjutkan produksi dan distribusi air," ujarnya. Robby menyebutkan, sekitar pukul 03.00 Wita kadar klorida air Sungai Mahakam sempat turun di bawah 250 ppm sehingga produksi berjalan hingga pukul 07.00 Wita. Namun, kadar klorida kembali naik menjadi 325 ppm sehingga produksi dihentikan.
Baca Juga: Hujan Tak Kunjung Turun di Samarinda, Andi Harun Ajak Warga Ketuk Pintu Langit
Saat Sungai Mahakam kembali pasang, kadar klorida meningkat lebih tinggi. Pemeriksaan terakhir menunjukkan angka 1.085 ppm, setelah sebelumnya berada di 655 ppm. Menurut Robby, kadar klorida biasanya turun saat sungai surut. Namun, produksi tidak bisa langsung dilakukan dan tetap harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu. "Nanti kalau surut kemungkinan bisa turun. Kita biarpun turun tetap harus mengecek. Enggak bisa langsung produksi, harus dalam tahap pengecekan dulu," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki