Intrusi Air Asin di Sungai Mahakam Melandai, Distribusi Air Bersih Samarinda Kembali Normal

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:52 WIB
Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin.
Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin. 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Distribusi air bersih di Kota Samarinda berangsur pulih seiring meredanya fenomena intrusi air laut yang sempat mencemari aliran Sungai Mahakam beberapa hari terakhir. Dari sepuluh Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terdampak krisis salinitas, sembilan di antaranya kini telah kembali beroperasi normal.

Sebelumnya, intrusi air asin sempat memicu status krisis pada 10 September lalu ketika kadar klorida merembes masuk ke IPA Tirta Kencana, IPA Samarinda Seberang, hingga IPA Gunung Lipan. Kondisi tersebut kemudian berangsur membaik ke status siaga pada 12 September dan melandai ke status waspada pada 13 September.

Kini, hampir seluruh IPA yang produksinya sempat terganggu sudah memompa air secara penuh. Fasilitas yang telah pulih meliputi IPA Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Tirta Kencana, Cendana, Samarinda Seberang, serta IPA Gunung Lipan.

Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda Kaharuddin mengonfirmasi bahwa pasokan air baku di sebagian besar wilayah sudah kembali memenuhi batas aman pengolahan. Kendati demikian, kewaspadaan tetap dipasang menyusul potensi cuaca panas dalam sepekan ke depan.

"Untuk intrusi air asin di Sungai Mahakam alhamdulillah saat ini kondisinya normal kembali. Cuma perlu diantisipasi mungkin untuk 10 hari atau satu minggu ke depan jika tidak ada hujan di Samarinda," ujarnya, Selasa (15/9).

Kaharuddin membeberkan bahwa penurunan kadar klorida di Sungai Mahakam membuat mutu air baku kembali bisa diproduksi. Namun, satu fasilitas yakni IPA Bantuas dilaporkan belum bisa berproduksi secara maksimal.

"Kadar klorida sudah normal untuk seluruhnya, kecuali di IPA Bantuas. Karena di IPA Bantuas kan sungainya pendek dan tidak ada dorongan dari anak sungainya, jadi harus menunggu hujan turun," jelasnya.

Keterbatasan debit air tawar di kawasan Bantuas membuat Perumda Tirta Kencana mengambil langkah kompromi bersama masyarakat setempat. Distribusi terminal air dari IPA Bantuas sementara waktu hanya disalurkan untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

"Jadi kita tetap operasikan dengan catatan ada persyaratan perjanjian dengan warga untuk MCK saja, tidak untuk konsumsi. Kebutuhan konsumsi kami suplai dari kota ke wilayah terdampak," tegasnya.

Selain penyaluran lewat jaringan pipa, Perumda Tirta Kencana tetap menyiagakan keran terminal air darurat di lokasi IPA yang sempat terdampak. Fasilitas ini dibuka agar masyarakat bisa mengambil pasokan air bersih secara langsung jika terjadi gangguan mendadak.

"Semuanya masih standby di lapangan, di lokasi IPA masih terbuka semua. Tapi alhamdulillah pengaliran air kan sudah mulai normal, jadi tidak banyak dimanfaatkan warga. Ini disiapkan untuk antisipasi jika intrusi air asin kembali terjadi," tuturnya. 

Mengenai bantuan armada tangki air ke lingkungan warga yang sempat mengalami penghentian produksi, Perumda Tirta Kencana bekerja sama lintas instansi. Seluruh jadwal dan penentuan titik distribusi armada air dikomandoi langsung oleh Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Mobil tangki terkoordinasi dengan Satgas BPBD. Jadi kita bergabung di satgas dan yang mengatur semuanya adalah satgas BPBD," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Perumda Tirta Kencana Intrusi melandai Kaharuddin distribusi air bersih