Jangan Cuma Keruk Alam, DPRD Desak Korporasi Bantu Padamkan Api Karhutla Samarinda

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:02 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso. (HAFIZ/KP)
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso. (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Komisi III DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat lintas instansi guna membedah percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta ancaman kekeringan yang kian meluas di ibu kota Kalimantan Timur.

Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 185 peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda Kota Samarinda hingga medio September. Luas lahan yang hangus terbakar dilaporkan mencapai 382,93 hektare.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar memimpin langsung rapat koordinasi tersebut di Gedung DPRD Samarinda. Sejumlah instansi teknis turut hadir, mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Perumda Tirta Kencana, Dinas PUPR, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Kami memanggil dinas-dinas terkait dalam rangka hearing penanganan dan mitigasi karhutla yang ada di Kota Samarinda. Kebakaran saat ini sudah terjadi 185 kali dengan total luas 382,93 hektare yang terbakar," ungkapnya, Selasa (15/9).

Baca Juga: Intrusi Air Asin di Sungai Mahakam Melandai, Distribusi Air Bersih Samarinda Kembali Normal

Deni menegaskan lonjakan kasus karhutla ini menjadi perhatian sangat serius bagi jajaran legislatif. Pihaknya mendesak seluruh instansi teknis melakukan langkah cepat dan terpadu agar titik api tidak semakin meluas ke permukiman warga.

Salah satu tantangan berat di lapangan terjadi di kawasan Jalan Irigasi, Kecamatan Palaran. Titik api melahap kawasan tanah gambut yang memerlukan teknik pemadaman khusus dan pengawasan berkala. "Lahan gambut ini kalau kita bilang memadamkannya agak susah karena ketika dipadamkan sekali, titik apinya bisa hidup lagi. Karena itu kesiapsiagaan personel selama 24 jam penuh sangat kami apresiasi, termasuk kerja keras relawan," tuturnya. 

Selain karhutla, ancaman kekeringan juga memicu penurunan debit air baku secara signifikan di Samarinda. Kondisi kritis kini membayangi Bendungan Benanga Lempake akibat tebalnya endapan sedimen lumpur.

Guna menjaga pasokan air bersih bagi pelanggan, Dinas PUPR bersama Perumda Tirta Kencana Samarinda mulai membuat sodetan atau alur dari jalur lintasan dayung menuju Bendungan Benanga. "Sedimen di Bendungan Benanga saat ini tinggi sehingga debit airnya berkurang drastis. Tim teknis sedang membuat alur dari track dayung ke Benanga dan estimasinya tuntas paling lambat satu minggu ke depan untuk mengalirkan air bersih ke masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Kartu KEMAS Diluncurkan, Pelaku UMKM Anggota PEKKA Dapat Akses LPG 3 Kg

Sementara itu, untuk sektor pertanian di Kecamatan Makroman, pemerintah telah memanfaatkan air void atau kolam bekas tambang batu bara. Air tersebut dipastikan aman setelah melalui serangkaian uji baku mutu kelayakan air secara ketat.

Komisi III DPRD Samarinda juga berencana memanggil pimpinan korporasi swasta yang beroperasi di wilayah Samarinda. Dewan menuntut kontribusi nyata dana tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) dari perusahaan untuk membantu operasional penanganan karhutla. "Kita tidak ingin perusahaan hanya mengambil hasil alamnya saja, tapi kami ingin eksistensi dan CSR mereka hadir membantu penanganan karhutla ini secara bersama-sama," tegasnya.

Menurut perkiraan BMKG, fenomena iklim El Nino masih berpotensi berlangsung hingga akhir Desember mendatang. Selain kesiapan pasukan darat, penanganan darurat di lapangan kini turut diperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penyiraman api memakai helikopter water bombing. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Kekeringan Kaltim karhutla Samarinda Bendungan Benanga dprd samarinda bpbd samarinda