Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanggap Darurat Kekeringan Samarinda Diperpanjang hingga 21 September 2026

D
Penulis: Denny Saputra❯
DIPADAMKAN: Tim gabungan dari BPBD-Disdamkar Samarinda serta relawan melakukan pemadaman karhutla di kawasan Kecamatan Sambutan beberapa waktu lalu. (RAMA SIHOTANG/KP)
DIPADAMKAN: Tim gabungan dari BPBD-Disdamkar Samarinda serta relawan melakukan pemadaman karhutla di kawasan Kecamatan Sambutan beberapa waktu lalu. (RAMA SIHOTANG/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperpanjang status tanggap darurat kekeringan selama 14 hari, terhitung 8 hingga 21 September 2026. Kebijakan ini diambil karena krisis air dan dampak kekeringan masih terjadi di sejumlah sektor, sementara hujan yang diharapkan belum kunjung turun.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, perpanjangan status dilakukan berdasarkan kebutuhan penanganan di lapangan. Jika kondisi belum membaik hingga 21 September, status tanggap darurat masih terbuka untuk kembali diperpanjang.

“Kalau hujan belum turun, kita kemungkinan akan perpanjang. Apakah kita akan perpanjang lima hari atau satu minggu, tergantung kebutuhan penanganan kita,” ujarnya, Jumat (11/9).

Advertisement

Andi Harun juga telah meminta Kepala BPBD Samarinda menyiapkan telaahan dan pertimbangan berdasarkan kondisi terkini sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya.

Dampak kekeringan saat ini terbilang luas. Data Pemkot Samarinda mencatat sedikitnya 654,5 hektare lahan pertanian terdampak. Kondisi tersebut juga dirasakan 78 kelompok tani.

Advertisement

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian. Hingga kini tercatat lebih dari 152 kejadian karhutla dengan luasan area terbakar mencapai 275,21 hektare.

Meski status tanggap darurat diperpanjang, Andi Harun memastikan kebijakan tersebut tidak serta-merta membuat Pemkot Samarinda harus menambah alokasi anggaran. Menurutnya, anggaran yang telah disiapkan sebelumnya masih mencukupi kebutuhan penanganan.

“Perpanjangan status tanggap darurat tidak serta-merta membuat Pemkot Samarinda harus menambah alokasi anggaran. Untuk sementara anggaran kita masih cukup. Karena tidak semua lokasi, alokasi anggaran kemarin kan tidak wajib harus dihabiskan. Sesuai yang kita butuhkan saja,” jelasnya.

Dia menyebut masih terdapat sisa anggaran karena tidak seluruh penanganan di lapangan membutuhkan pembiayaan. Pemkot Samarinda akan menggunakan anggaran secara proporsional sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat.

“Masih banyak sisanya. Baru sedikit yang kita pakai. Karena tidak semua pakai anggaran,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BWS Kaltim Tangani Kekeringan, Salurkan 22 Ribu Liter Air ke Persawahan di Samarinda dan PPU

BWS Kaltim Tangani Kekeringan, Salurkan 22 Ribu Liter Air ke Persawahan di Samarinda dan PPU

BWS Kalimantan IV salurkan 22 ribu liter air ke lahan pertanian terdampak kekeringan di Samarinda dan Penajam Paser Utara.

LAPSUS: 69 Hari Tanpa Hujan, BMKG Catat Kekeringan Ekstrem Melanda Sejumlah Wilayah di Kaltim

LAPSUS: 69 Hari Tanpa Hujan, BMKG Catat Kekeringan Ekstrem Melanda Sejumlah Wilayah di Kaltim

BMKG mencatat Batu Enggau, Paser, mengalami 69 hari tanpa hujan. Sejumlah wilayah Kaltim juga masuk kategori kekeringan ekstrem.

Jangan Cuma Keruk Alam, DPRD Desak Korporasi Bantu Padamkan Api Karhutla Samarinda

Jangan Cuma Keruk Alam, DPRD Desak Korporasi Bantu Padamkan Api Karhutla Samarinda

Sebanyak 185 kasus karhutla di Samarinda hanguskan 382 hektare lahan. DPRD Samarinda panggil dinas teknis hingga tuntut dana CSR perusahaan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer