Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Samarinda Siapkan Rp2,5 Miliar Tangani Kekeringan dan Karhutla

D
Penulis: Denny Saputra❯
DIPADAMKAN: Tim gabungan dari BPBD-Disdamkar Samarinda serta relawan melakukan pemadaman karhutla di kawasan Kecamatan Sambutan beberapa waktu lalu. (RAMA SIHOTANG/KP)
DIPADAMKAN: Tim gabungan dari BPBD-Disdamkar Samarinda serta relawan melakukan pemadaman karhutla di kawasan Kecamatan Sambutan beberapa waktu lalu. (RAMA SIHOTANG/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Pemkot Samarinda menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggaran tersebut disiapkan setelah status kebencanaan Samarinda dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso mengatakan, penggunaan anggaran disesuaikan dengan rincian kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk kecamatan dan kelurahan yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Penggunaannya sesuai kebutuhan. Kalau dianggap cukup atau berlebihan, akan dikembalikan ke kas daerah. Ini murni harus digunakan untuk tanggap kebencanaan,” ujarnya, Minggu (6/9).

Advertisement

Selama masa tanggap darurat, salah satu langkah yang diperkuat ialah sosialisasi kepada masyarakat. Menurut Suwarso, edukasi menjadi penting karena sebagian kejadian kebakaran diduga dipicu faktor kesengajaan.

Sosialisasi juga dilakukan bersama tim dari Mabes Polri yang menyambangi sejumlah wilayah dan titik dengan tingkat kebakaran tinggi. Penyuluhan tersebut direncanakan berlangsung selama sebulan.

Advertisement

“Tim berkeliling ke sejumlah wilayah dan titik dengan tingkat kebakaran tinggi. Kegiatan penyuluhan tersebut direncanakan berlangsung selama sebulan,” jelasnya.

Pemkot Samarinda juga akan mengevaluasi penggunaan anggaran setelah masa tanggap darurat berakhir. Apabila kegiatan maupun pengadaan terakhir dilakukan hingga 7 September, seluruh pertanggungjawaban administrasi dari OPD akan direkap untuk kemudian dievaluasi.

“Karena sebelumnya usulan juga berasal dari berbagai OPD,” terangnya.

Di sisi lain, BPBD Samarinda masih mengevaluasi kemungkinan memperpanjang status tanggap darurat atau mengakhirinya pada 7 September. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk perkembangan kebakaran dan kondisi sektor pertanian.

“Kalau tingkat kebakarannya menurun atau malah meningkat, itu menjadi pertimbangan,” ucap Suwarso.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Samarinda: Layanan Kesehatan Gratis bagi 90 Relawan

Karhutla Samarinda: Layanan Kesehatan Gratis bagi 90 Relawan

BPBD Samarinda berikan layanan kesehatan dan vitamin booster gratis bagi relawan karhutla di Kecamatan Sambutan guna menjaga stamina.

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

Pemkot Samarinda perpanjang tanggap darurat karhutla & kekeringan 28 hari. 732 ha lahan terbakar & 8.193 warga terserang ISPA.

Kenapa Kabut Asap Samarinda Makin Pekat Tiap Pagi? Begini Penjelasan BPBD Kaltim

Kenapa Kabut Asap Samarinda Makin Pekat Tiap Pagi? Begini Penjelasan BPBD Kaltim

Samarinda kembali diselimuti kabut asap pekat. BPBD Kaltim sebut dampak asap kiriman Kalteng-Kalsel & baru hilang saat hujan masif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer