SAMARINDA – Penanganan banjir di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, terus dilanjutkan Pemerintah Kota Samarinda. Setelah tiga tahun terakhir melakukan pelebaran drainase di kedua sisi jalan, tahun ini pembangunan kembali berlanjut hingga mengarah ke sistem pembuangan menuju anak Sungai Karang Asam Kecil.
Kabid Sumber Daya Air DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan, pekerjaan lanjutan peningkatan saluran drainase subsistem Jalan Juanda kini tengah berjalan. Hingga Selasa (15/9), progres pekerjaan telah mencapai 28 persen.
“Yakni pada sisi kiri arah menuju flyover Juanda. Progresnya sekarang sekitar 28 persen,” ujarnya, Selasa (15/9).
Pekerjaan bertajuk Lanjutan Peningkatan Saluran Drainase Subsistem Jalan Juanda tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi 2026. Nilai kontraknya mencapai Rp25,19 miliar dengan masa pelaksanaan 120 hari, terhitung 10 Agustus hingga 7 Desember 2026.
Tahun ini, pekerjaan mencakup tiga ruas saluran. Ruas pertama sepanjang 260 meter, ruas kedua 101 meter, dan ruas ketiga 335 meter. Total panjang saluran yang dibangun mencapai sekitar 696 meter.
Baca Juga: Pasokan Air Bersih SRT 2 Terganggu, Dinsos Samarinda Koordinasi Dengan Pengelola
Saluran tersebut dirancang dengan lebar 3 meter dan tinggi 2,2 meter. Konstruksi menggunakan box beton dan U-ditch. Trotoar yang terdampak pembongkaran selama pekerjaan juga akan dikembalikan setelah proyek rampung.
“Pekerjaan tahun ini mencakup tiga ruas saluran. Ruas pertama memiliki panjang 260 meter, ruas kedua 101 meter, sedangkan ruas ketiga mencapai 335 meter atau total sekitar 696 meter. Saluran dirancang dengan lebar 3 meter dan tinggi 2,2 meter,” jelas Darmadi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas drainase menjadi salah satu langkah untuk mengurangi genangan di Jalan Ir H Juanda dan kawasan sekitarnya. Ruas tersebut selama ini menjadi salah satu titik yang kerap terdampak genangan saat hujan berintensitas tinggi.
Selain menampung aliran dari kawasan Jalan Juanda, sistem drainase tersebut juga menerima aliran dari outlet Polder Air Hitam, Jalan Kadrie Oening, serta permukiman di sekitar Jalan Ir H Juanda.
Dengan lanjutan pembangunan tersebut, DPUPR Samarinda berharap kapasitas aliran semakin optimal sehingga risiko genangan dan banjir dapat ditekan.
Namun, selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan perlu mengantisipasi adanya penyempitan badan jalan.
“Tentunya akan ada penyempitan jalan, dan kami harap warga bisa mendukung dan memahami kondisi ini, serta berhati-hati saat melintas,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan