Kabut Asap Selimuti Samarinda, Asap Karhutla Mengarah ke Bandara APT Pranoto

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB
PEKAT: Kabut asap pekat menyelimuti kawasan di Kota Samarinda, Rabu (16/9). (HAFIZ/KP)
PEKAT: Kabut asap pekat menyelimuti kawasan di Kota Samarinda, Rabu (16/9). (HAFIZ/KP)

SAMARINDA – Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Rabu (16/9). Kondisi tersebut membuat jarak pandang menurun sekaligus memengaruhi kualitas udara di Kota Tepian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tertahan lapisan awan di atmosfer.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, kondisi tersebut sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait pertumbuhan awan di Samarinda pada 16–17 September.

“Asap dampak karhutla naik dan tertahan awan, sehingga sinar matahari tertutup,” ungkap Suwarso, Rabu (16/9).

Tak hanya tertahan di wilayah perkotaan, asap juga terbawa angin dari kawasan yang mengalami karhutla. Salah satunya dari wilayah Sungai Bawang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pergerakan asap tersebut bahkan mengarah ke kawasan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda dan turut memengaruhi jarak pandang di sekitar bandara.

Baca Juga: Turap Mahakam di Gajah Mada Longsor, Proyek Teras Samarinda Tahap II Segmen I Stop Sementara

“Saat ini asap karhutla dari Sungai Bawang terbawa angin mengarah ke Bandara APT Pranoto dan mempengaruhi jarak pandang. Namun operasional penerbangan sementara ini masih berjalan normal,” tegas Suwarso.

Di tengah kondisi tersebut, kualitas udara Samarinda juga berada pada kategori yang perlu diwaspadai kelompok rentan. Data IQAir pada Rabu (16/9) pukul 15.00 WITA mencatat indeks kualitas udara (AQI) Samarinda berada di angka 108 dengan PM2.5 sebagai polutan utama.

Angka tersebut menempatkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti penderita asma dan lansia.

BPBD Samarinda mengimbau masyarakat mengurangi paparan asap selama kondisi belum membaik. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker dengan daya filtrasi tinggi, seperti N95 atau KF94.

Aktivitas fisik berat di ruang terbuka juga sebaiknya dibatasi hingga kabut asap mereda. Sementara ketika kepulan asap meningkat, warga dianjurkan menutup ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.

Editor : Muhammad Ridhuan
karhutla Samarinda asap karhutla kabut asap Samarinda kualitas udara Samarinda bandara apt pranoto