Pasar Pagi Sepi Pembeli, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi dan Pembenahan Fasilitas

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:12 WIB
Kondisi Pasar Pagi Samarinda setelah revitalisasi menjadi perhatian DPRD Samarinda menyusul keluhan pedagang terkait penurunan penjualan.
Kondisi Pasar Pagi Samarinda setelah revitalisasi menjadi perhatian DPRD Samarinda menyusul keluhan pedagang terkait penurunan penjualan. 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong evaluasi dan pembenahan fasilitas untuk memulihkan animo masyarakat berbelanja ke Pasar Pagi pasca-revitalisasi.

Dorongan ini muncul setelah sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan penjualan sejak gedung baru mulai beroperasi. Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengakui kondisi tersebut menjadi persoalan yang dirasakan para pedagang.

"Kondisi Pasar Pagi setelah dibangun memang berbeda jauh dari tingkat penjualan, pedagang banyak yang mengeluh. Semua pasti ada solusinya dan ini kembali ke pemerintah kota, khususnya Dinas Perdagangan, bagaimana mengatur agar pedagang bisa berjualan dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Salah satu opsi yang dibahas adalah rebranding Pasar Pagi serta penataan ulang zonasi kios. Penataan antarlantai dinilai penting agar arus pengunjung lebih merata, terutama untuk komoditas sandang dan konveksi.

Deni menyebut kajian zonasi dan perdagangan menjadi ranah Komisi II bersama Dinas Perdagangan. Sementara dari sisi infrastruktur, Komisi III menyoroti akses pengunjung yang masih menjadi keluhan.

Masyarakat dinilai kesulitan karena harus menggunakan tangga manual, sedangkan eskalator berada cukup jauh di bagian belakang.

"Selama ini masyarakat mengeluhkan penggunaan tangga dan posisi eskalator yang jauh di belakang. Padahal yang utama dari aset adalah fungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi mayoritas di sana menjual konveksi dan sandang," bebernya.

Terkait wacana penambahan eskalator outdoor di bagian depan, Deni menilai opsi tersebut layak dipertimbangkan jika dapat mempermudah mobilitas pengunjung.

Ia menegaskan perubahan konsep menjadi pasar modern tidak boleh menghilangkan fungsi dasar sebagai pasar rakyat.

"Mau berubah jadi pasar modern, fungsinya tetap pasar. Harus ada titik temu antara pemerintah dan pedagang yang menjadi formula dalam menata Pasar Pagi. Pemerintah harus hadir memberi ruang agar mereka bisa berusaha maksimal," tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan pasar juga perlu didukung sektor lain, termasuk pengaturan kantong parkir oleh Dinas Perhubungan. Kenyamanan parkir dinilai turut memengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung.

"Ayo sama-sama kita jaga aset yang telah dibangun dan ramaikan kembali Pasar Pagi sebagai ikon Samarinda. Pada prinsipnya kami di dewan sangat mendukung langkah terbaik yang disepakati bersama," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Evaluasi Pasar Pagi Tata ulang zonasi kios Deni Hakim Anwar dprd samarinda