SAMARINDA- Meski Samarinda tengah menghadapi musim kemarau, Pemkot Samarinda tetap menyiapkan langkah antisipasi banjir. Pembangunan drainase hingga rencana lanjutan normalisasi sungai menjadi bagian dari penataan kawasan yang terus dikerjakan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambangi sejumlah titik proyek dan kawasan yang akan ditata pada Kamis (17/9). Kunjungan tersebut menyasar kawasan Jalan Tarmidi, Jalan KH Abdul Muthalib Kecamatan Samarinda Kota hingga di Jalan Pesut Kecamatan Samarinda Ilir yang berkaitan dengan sistem drainase dan aliran Sungai Karang Mumus (SKM).
Menurut Andi Harun, kunjungan itu dilakukan di sela waktu kosong agenda kantor untuk melihat langsung kondisi kawasan dari ujung ke ujung. Salah satu fokus pekerjaan yang akan dilanjutkan tahun ini adalah normalisasi sungai di segmen Jembatan Lambung Mangkurat-Jembatan Kehewanan sisi Kelurahan Pelita dan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. “Ada beberapa rumah dibebaskan lahannya tahun ini. Terutama untkuk program normalisasi sungai,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pembebasan lahan dan pembongkaran bangunan di dua kelurahan itu direncanakan mulai November mendatang. Sementara pembebasan lahan sisi seberangnya atau di Jalan Tarmidi, kiri-kanan kantor kelurahan Sungai Pinang Luar, dilanjutkan pada tahun berikutnya. “Karena anggaran terbatas makanya segmen di sekitar kantor kelurahan Sungai Pinang Luar akan dilanjutkan tahun depan,” jelasnya.
Dia menambahkan ke depan, penataan bantaran SKM hanya menyangkut drainase, tetapi juga pelebaran jalan dan penyediaan ruang terbuka hijau. Kawasan sepanjang Jalan P Suriansyah menuju Jalan Tarmidi dan sisi Jalan Tongkol hingga Jalan Pesut Kecamatan Samarinda Ilir, akan ditata secara menyeluruh agar fungsi jalan dan lingkungan dapat berjalan beriringan.
“Kedua sisi kawasan yang dibelah SKM akan ditata. Karena ini juga terkoneksi dengan rencana penataan tepian Mahakam khususnya Pelabuhan Samarinda yang sudah disusun Bappenas,” tambahnya.
Dia berharap dukungan penuh masyarakat agar program ini bisa berjalan, terlebih ditengaj situasi dan kondisi keuangan daerah yang terbatas, diharapkan juga sinergi dari Pemprov Kaltim hingga pemerintah pusat.
“Kalau tidak tahun ini ya tahun mendatang. Atau kalau tidak selesai satu tahun, diselesaikan beberapa tahun. terpenting pemerintah terus bergerak membangun infrastruktur untuk kenyamanan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani