Pemkot Samarinda Siapkan E-SIGAP Drainase, Warga Bisa Laporkan Kerusakan

Denny Saputra • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 16:54 WIB
TERBARU: Darmadi (kiri) ketika menyampaikan program dan fitur E-Sigap Drainase ke pada perangkat kecamatan Samarinda Utara dan kelurahan, beberapa waktu lalu. IST/KP
TERBARU: Darmadi (kiri) ketika menyampaikan program dan fitur E-Sigap Drainase ke pada perangkat kecamatan Samarinda Utara dan kelurahan, beberapa waktu lalu. IST/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemkot Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai mengembangkan sistem digital untuk mempercepat penanganan persoalan drainase.

Aplikasi bernama E-SIGAP Drainase atau Elektronik Sistem Informasi Gerak Aksi Pemeliharaan Drainase tersebut untuk sementara diterapkan di Kecamatan Samarinda Utara sebagai wilayah percontohan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan, sosialisasi aplikasi tersebut telah dilaksanakan pada Rabu (16/9) di ruang rapat DPUPR Samarinda.

Kecamatan Samarinda Utara dipilih sebagai pilot project sebelum sistem dikembangkan secara bertahap ke wilayah kecamatan lainnya.

Baca Juga: APBD Perubahan Samarinda 2026 Diproyeksi Defisit Rp600 Miliar, Pelunasan Utang Terancam Molor

“Aplikasi ini hadir untuk memudahkan masyarakat melalui kelurahan-kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Samarinda Utara untuk menyampaikan laporan terkait saluran drainase, misalnya genangan air, saluran tersumbat, maupun kerusakan drainase secara cepat dan terpantau,” ujarnya Minggu (20/9).

Dia berharap adanya E-SIGAP Drainase ini ke depan dapat memperkuat koordinasi antara masyarakat, kelurahan dan DPUPR dalam pemeliharaan saluran drainase.

Laporan yang masuk nantinya menjadi bagian dari data yang dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan dan prioritas penanganan di lapangan.

“Kegiatan ini diharapkan memperkuat koordinasi pemeliharaan saluran drainase yang ada di kelurahan-kelurahan se-Kecamatan Samarinda Utara sebagai pilot project. Secara bertahap aplikasi ini juga akan dikembangkan untuk wilayah-wilayah lain se-Kota Samarinda,” harapnya.

Baca Juga: Pertama di Kalimantan, RSUD IA Moeis Samarinda Buka Klinik Gagal Jantung Ditanggung BPJS

Darmadi menegaskan, pengembangan aplikasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi. Lebih jauh, sistem ini ditujukan untuk mengubah pola kerja pemeliharaan drainase, dari yang sebelumnya menunggu persoalan muncul menjadi lebih proaktif dalam mengenali potensi masalah.

“Teknologi hanyalah alat. Esensi perubahan ini adalah perubahan pola pikir dan pola kerja dalam mengelola drainase di Kota Samarinda. Kita bergerak dari menunggu masalah menjadi terlihat, menjadi mengenali masalah lebih awal dan menentukan prioritas penanganan,” tegasnya.

Dia menambahkan, E-SIGAP juga diarahkan untuk mengintegrasikan data dan informasi mengenai kondisi drainase sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, penanganan diharapkan lebih cepat, tepat, terukur, transparan, dan berkelanjutan.

“Kita bergerak dari data yang tersebar menjadi data yang terintegrasi, dari informasi menjadi keputusan dan dari keputusan menjadi tindakan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
drainase Samarinda E-SIGAP Drainase samarinda utara DPUPR Samarinda pemkot samarinda