KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Rehabilitasi gedung SMPN 2 Samarinda di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, kini mencapai progres sekitar 95 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir.
Proyek perbaikan ini mencakup pembangunan kembali delapan ruang belajar pada bangunan dua lantai yang hangus terbakar pada 1 April 2026 lalu.
Progres fisik tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi bersama Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda guna meninjau serapan proyek fisik pendidikan, baik yang didanai APBD maupun pemerintah pusat.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Bidang SMP Disdikbud Samarinda Muhammad Syafei menjelaskan, saat ini pengerjaan di SMPN 2 Samarinda hanya menyisakan pembersihan sisa material.
Baca Juga: OJK Minta Bank Blokir 38 Ribu Rekening Terindikasi Judi Online
"Fokus utama kami memang di SMP 2 Samarinda karena sebelumnya ada beberapa pertanyaan dari orang tua siswa. Revitalisasinya sudah berjalan dengan baik, pengawasan maksimal dari dinas, dan progresnya sudah hampir 95 persen selesai tinggal pembersihan saja," ujarnya, Senin (21/9).
Pihaknya ingin memastikan seluruh bangunan benar-benar aman serta layak pakai sebelum para siswa kembali menempati ruang kelas tersebut untuk kegiatan belajar mengajar.
"Kami pastikan dulu, jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terulang lagi. Kami pastikan kualitas revitalisasinya sudah baik sebelum difungsikan," tambahnya.
Selain SMPN 2 Samarinda, Syafei mangatakan pada tahun anggaran 2026 ini ada sembilan SMP di Kota Samarinda yang tersentuh program revitalisasi dari pemerintah pusat. Progres pengerjaan sembilan sekolah tersebut bervariasi karena waktu pelaksanaan kontrak yang tidak bersamaan.
Baca Juga: Kalah di Segiri, Pelatih Bali United Akui Timnya Bermain Buruk
"Totalnya yang berjalan di tingkat SMP ada sembilan sekolah di Samarinda berdasarkan data dari pusat. Progresnya beragam, ada yang sudah 95 persen, ada yang masih 30 persen dan SMPN 44 dan SMPN 29 yang undangannya baru belakangan," bebernya.
Untuk proyek yang dibiayai APBD Kota Samarinda, Syafei memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal kontrak dan sebagian besar telah rampung ditinjau di lapangan.
Menatap usulan program tahun 2027, Disdikbud Samarinda kini mendorong pihak sekolah merapikan pembaruan data sarana dan prasarana di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Kami mendorong pembenahan di Dapodik agar satuan pendidikan memastikan kelayakan ruangan dan memilah kategori kerusakan ringan, sedang, atau berat. Dari data itu kami usulkan lagi untuk revitalisasi tahun depan," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo