Salurkan Bantuan Pangan, Bulog Harap Harga Beras Tetap Stabil

Denny Saputra • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:04 WIB
DUKUNGAN: Musazdin Said (tengah) memberikan penjelasan kepada Syarifah Suraidah (kedua kiri) skema penyaluran beras di sela kegiatan penyerahan bantuan Beras dari pemerintah pusat di kantor Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (22/9).
DUKUNGAN: Musazdin Said (tengah) memberikan penjelasan kepada Syarifah Suraidah (kedua kiri) skema penyaluran beras di sela kegiatan penyerahan bantuan Beras dari pemerintah pusat di kantor Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (22/9).

SAMARINDA- Bulog Kantor Wilayah Kaltimtara mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September kepada masyarakat di Samarinda. Penyaluran dilakukan secara simbolis di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (22/9), dengan turut dihadiri anggota Komisi VI DPR RI daerah pemilihan Kaltim, Syarifah Suraidah.

Kepala Kanwil Bulog Kaltimtara Musazdin Said mengatakan penyaluran tiga alokasi sekaligus tersebut menyasar sekitar 54 ribu penerima bantuan pangan di Samarinda. Total beras yang disiapkan untuk tiga alokasi mencapai sekitar 15 ribu ton.

"Untuk Loa Bakung sendiri menerima bantuan pangan sebanyak 1.491 kepala keluarga atau penerima manfaat. Kalau dikonversi ke beras untuk tiga alokasi kurang lebih sekitar 43 ton," ujarnya.

Menurut Musazdin, distribusi bantuan pangan masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama keterbatasan armada angkutan. Kondisi tersebut diperparah antrean bahan bakar minyak, khususnya solar, yang membuat mobilitas truk pengangkut beras menjadi lebih lambat.

"Memang kendala utama kami adalah armada. Saat ini antrean solar cukup panjang sehingga memperlambat kecepatan kami dalam mendistribusikan ke titik-titik bagi, utamanya di kelurahan-kelurahan," ujarnya.

Dia menegaskan, bantuan pangan tersebut juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Beras yang diterima secara gratis diharapkan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, sehingga uang yang sebelumnya dialokasikan untuk membeli beras dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan lainnya.

"Diharapkan masyarakat yang tadinya untuk membeli beras punya uang untuk membeli beras, akhirnya mereka bisa untuk membeli lauk karena ada bantuan beras ini," harapnya.

Dia menambahkan, penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan permintaan masyarakat terhadap beras, sehingga kenaikan harga akibat tingginya permintaan dapat ditekan.

"Ini juga dalam rangka supaya masyarakat tidak beramai-ramai membeli beras yang akhirnya mengakibatkan harga beras lama-kelamaan akan tinggi ketika permintaannya meningkat. Dengan adanya bantuan ini maka akan menjaga harga beras yang ada di pasaran," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Bulog Kantor Wilayah Kaltimtara Musazdin Said Bantuan Pangan Beras