Takut Banjir Makin Parah, Warga Tolak Proyek Sodetan Loa Janan Samarinda

Denny Saputra • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:54 WIB
TUMPAH RUAH: Warga terlihat berkumpul memprotes rencana pembangunan saluran crossing drainase di Jalan Soekarno Hatta kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (23/9) lalu. (IST)
TUMPAH RUAH: Warga terlihat berkumpul memprotes rencana pembangunan saluran crossing drainase di Jalan Soekarno Hatta kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (23/9) lalu. (IST)

SAMARINDA-Rencana pengendalian banjir di Kecamatan Loa Janan Ilir belum berjalan mulus. Proyek pembangunan saluran sodetan atau crossing drainase dari Sungai Loa Lah menuju Sungai Loa Janan dengan anggaran Rp 4,8 miliar dari APBD 2026 dihentikan sementara setelah mendapat penolakan warga di tepian Sungai Loa Janan Ulu.

Pengerjaan yang rencananya dimulai Rabu (23/9) itu diprotes karena warga khawatir saluran baru justru memperparah banjir di permukiman mereka. Pemkot Samarinda melalui Kecamatan Loa Janan Ilir kini berencana mempertemukan warga dengan pihak terkait untuk menjelaskan perencanaan teknis proyek tersebut.

Plt Camat Loa Janan Ilir Aditya Koesprayogi mengatakan, pemerintah menghormati aspirasi warga dan akan mencermati satu per satu kekhawatiran yang disampaikan masyarakat Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar. Penjelasan teknis juga akan dipadukan dengan masukan warga agar terdapat kesepahaman, sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan.

Baca Juga: Produk Bagus Saja Tak Cukup, Perajin Balikpapan Harus Kuasai Digitalisasi dan Media Sosial

“Kami tentu juga memiliki perencanaan teknis yang terukur. Penjelasan-penjelasan rencana teknis inilah yang akan coba kami padukan dengan isu yang dibawa saudara-saudara kita di Loa Janan Ulu,” ujarnya, Kamis (24/9).

Dia menjelaskan, pembangunan tersebut telah melalui proses perencanaan sekitar tiga tahun dan merupakan bagian dari rencana makro pengendalian banjir yang melibatkan Pemprov Kaltim, Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemkot Samarinda. Karena itu, proyek tersebut tidak dimaksudkan untuk memindahkan persoalan banjir dari satu wilayah ke wilayah lain.

“Ini yang perlu dipahami, terlebih kami (pemkot Samarinda) juga sudah membangun tanggul di hulu sungai Loa Lah, sebagai antisipasi, namun sodetan ini juga diperlukan untuk penanganan ketika hujan intensitas tinggi, agar mempercepat aliran ke sungai,” jelasnya.

Baca Juga: Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla Samarinda Diperpanjang 14 Hari

Dia menambahkan, hujan dengan intensitas tinggi, menyebabkan genangan sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Tani Aman dan Simpang Tiga. Di Tani Aman bahkan, genangan bahkan dilaporkan dapat bertahan hingga sepekan dengan ketinggian mencapai sekitar pinggang orang dewasa. “Makanya Pak Wali Kota ingin dalam kondisi intensitas besar, air ini harus dipecah supaya tidak terfokus pada satu lokasi,” tambahnya.

Dia menyebut, akan berkoordinasi dengan Kecamatan Loa Janan untuk memfasilitasi pertemuan dengan masyarakat terutama di bantaran sungai Loa Janan. Pemerintah akan membawa masukan dari kedua wilayah sebagai bahan evaluasi sebelum pengerjaan kembali dilakukan.

“Kami bahkan siap menjelaskan mengenai rencana jangka pendek dan panjang. Karena di kawasan ini, secara makro, akan ditangani juga normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur lainnya baik oleh pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, hingga pusat lewat BWS Kalimantan IV,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
proyek pengendali banjir loa janan ilir pemkot samarinda banjir samarinda