SAMARINDA – Mediasi rencana pembangunan Gereja GPIB Jemaat Bukit Kalvari di Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, berlangsung kondusif. Pertemuan di ruang rapat Puskesmas Lok Bahu, Rabu (23/9), menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait kelengkapan proses pembangunan rumah ibadah.
Kepala Kesbangpol Samarinda Yosua Laden mengatakan, seluruh pihak yang hadir dapat menyampaikan pandangan dalam suasana kondusif. Menurutnya, hasil mediasi menjadi langkah untuk melanjutkan penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.
“Kami mengapresiasi berbagai pihak yang hadir. Mediasi berjalan baik dan lancar, situasinya juga kondusif,” ujar Yosua, Kamis (24/9).
Salah satu poin yang disepakati berkaitan dengan dukungan masyarakat. Yosua menjelaskan, ketentuan mengenai pendirian rumah ibadah mengacu pada Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006. Dalam proses tersebut, dukungan masyarakat pada prinsipnya berasal dari warga di lingkungan sekitar lokasi pembangunan.
Baca Juga: Kabar Baik dari Lok Bahu Samarinda, Pembangunan Gereja GPIB Capai Titik Temu
Dalam mediasi, cakupan warga yang memberikan dukungan diperluas. Tidak hanya berasal dari RT tempat gereja akan dibangun, tetapi juga melibatkan warga dari RT di sekitar lokasi.
“Berdasarkan hasil rapat, dukungan yang sebelumnya berjumlah 60 warga ditambah 20 orang sehingga menjadi 80 warga,” jelasnya.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara hasil pertemuan dan menjadi bagian dari proses administrasi pembangunan gereja.
Selain dukungan warga, panitia pembangunan dan keluarga pemilik lahan juga menyepakati pembangunan enam rumah jemaat sebagai tahap awal. Jumlah tersebut menjadi penyesuaian dari permintaan sebelumnya terkait pembangunan 12 rumah jemaat di sekitar lokasi.
“Kesepakatan tersebut menjadi penyesuaian dari permintaan sebelumnya terkait rencana pembangunan 12 rumah jemaat,” katanya.
Yosua berharap kesepakatan tersebut diikuti penguatan komunikasi antara panitia pembangunan dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, komunikasi perlu dibangun sejak tingkat lingkungan agar proses selanjutnya berjalan lebih baik.
“Untuk panitia, kami mengharapkan pertama-tama bersilaturahmi dengan keluarga pemilik tanah, ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Bangun komunikasi dari bawah, kemudian sampaikan juga kepada kecamatan dan kelurahan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan