Stok Pangan Samarinda Aman dari El Nino, Disdag: Pasar Murah di 20 Titik

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:05 WIB
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani. (HAFIZ/KP)
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani. (HAFIZ/KP)

 

SAMARINDA – Ketersediaan bahan pangan pokok di Samarinda dipastikan masih aman di tengah ancaman kemarau panjang. Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda menyebut pasokan sejumlah komoditas tetap berjalan meski beberapa harga, terutama cabai, mengalami kenaikan.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani mengatakan, berdasarkan evaluasi pengendalian inflasi mingguan, kondisi harga pangan di Samarinda masih relatif terkendali. Kota Tepian juga tidak masuk dalam wilayah di Kalimantan Timur yang mengalami kenaikan harga pangan secara signifikan.

"Samarinda tidak masuk dalam daerah yang kenaikan harganya sangat signifikan. Ada wilayah di Kaltim yang naik seperti Mahakam Ulu, kemungkinan karena faktor transportasi dan distribusi," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan harga cabai masih berkaitan dengan kondisi produksi di daerah sentra. Kemarau dapat memengaruhi hasil panen dan membuat pasokan terbagi, sehingga harga bergerak naik.

Namun, pemerintah kota lebih menitikberatkan pada keberadaan stok di pasar. Sebab, Samarinda bukan daerah sentra produksi pertanian dan sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain.

"Yang paling penting ini Samarinda sebenarnya menjaga stok barang harus ada. Kenaikan harga mungkin ada seperti cabai karena kemarau dan pasokan terbagi, tapi yang terpenting barangnya semua ada di sini," katanya.

Baca Juga: Disdikbud Samarinda Benahi SMP 24, Penanganan Banjir Bertahap dan Upayakan Revitalisasi 

Sebagai salah satu simpul logistik di Kaltim, Samarinda memiliki jalur distribusi yang menghubungkan sejumlah daerah penyangga. Kondisi tersebut membuat distributor tetap memasok berbagai kebutuhan pangan karena permintaan di Kota Tepian relatif terjaga.

Pemkot Samarinda juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau berkepanjangan dan dampaknya terhadap ketahanan pangan. Salah satunya melalui intervensi pasar untuk menjaga daya beli masyarakat.

Disdag Samarinda menggelar pasar murah secara bergilir di sejumlah kawasan permukiman. Intervensi tersebut dilakukan di 20 titik dengan komoditas yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, dan gas.

"Makanya kami mengadakan pasar murah di 20 titik. Sebanyak 30 ton beras kami salurkan, ditambah minyak goreng 800 dus dan 2.000 tabung gas," ungkap Nurrahmani.

Ia menambahkan, potensi kelangkaan bahan pangan biasanya lebih mungkin terjadi apabila gangguan pasokan berlangsung dalam skala nasional. Selama produksi di tingkat hulu dan distribusi dari daerah sentra berjalan normal, ketersediaan pangan di Samarinda dinilai tetap terjaga.

"Insyaallah aman saja untuk Samarinda. Selama pabriknya masih memproduksi dan pasokan dari sentra tetap lancar, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan," pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
stok pangan samarinda Dampak El Nino Kaltim pasar murah Samarinda Harga Sembako Samarinda Disdag Samarinda