Status Tanggap Darurat Berakhir, DPRD Samarinda Ingatkan Pasokan Air Baku Belum Pulih

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:54 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (HAFIZ/KP)
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - DPRD Kota Samarinda mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk tidak menurunkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan, meski status tanggap darurat bencana telah berakhir.

Masa tanggap darurat bencana kekeringan di Kota Samarinda sebelumnya diberlakukan sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026. Pemerintah kota memperpanjang masa berlaku status tersebut selama 14 hari sebelum akhirnya berakhir pada 21 September 2026.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim menjelaskan, berakhirnya status darurat secara administratif memang lumrah apabila indikator teknis kedaruratan sudah tidak terpenuhi. Namun, dia menegaskan faktor risiko di lapangan masih memerlukan perhatian serius karena curah hujan masih tergolong minim.

Baca Juga: Pariwisata Tertinggal dari Olahraga, Wali Kota Samarinda Siapkan Dinas Baru

"Memang kalau komponen-komponen tanggap darurat itu sudah tidak terpenuhi, statusnya bisa dicabut. Tapi yang penting kewaspadaan harus tetap dijaga karena pemicu kejadian kebakaran dan kekeringan ini masih ada," ujarnya.

Rohim membeberkan, pihak legislatif telah berkoordinasi intensif dengan sejumlah dinas teknis terkait agar jajaran petugas tidak lengah. Seluruh personel dan peralatan kebencanaan diminta tetap bersiaga penuh melayani kebutuhan masyarakat terdampak.

Dewan juga mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mengalokasikan pemenuhan fasilitas penunjang krisis air pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

"Kami sudah sampaikan agar teman-teman dinas tetap standby dan mengeluarkan semua kemampuannya. Kami juga meminta kemarin ke TAPD, infrastruktur yang diperlukan di anggaran perubahan, misalnya kebutuhan armada mobil tangki air, tetap disiapkan dan dipenuhi," tegasnya.

Baca Juga: Bursa Pilkada Samarinda Mulai Memanas, Pengamat Soroti Parpol yang Sibuk Jual Figur Tanpa Konsep

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, kendati potensi kebakaran lahan dan penurunan kualitas udara berangsur mereda, krisis pasokan air baku di Samarinda belum sepenuhnya pulih ke kondisi normal.

"Permasalahan yang agak turun sekarang ini soal kebakaran lahan dan kualitas udara, tetapi aspek kekeringan kan belum pulih. Bendungan Benanga Lempake sampai saat ini debit airnya masih sangat jauh berkurang," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
El Nino 2026 krisis air samarinda Tanggap Darurat Samarinda dprd samarinda sungai mahakam