Diskes Kenut Tracing TB, 118 Lokus Sudah Disisir

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:38 WIB
DETEKSI DINI: Suasana kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG di salah satu Posyandu di Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu, beberapa waktu lalu.
DETEKSI DINI: Suasana kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG di salah satu Posyandu di Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu, beberapa waktu lalu.

SAMARINDA- Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda mempercepat pelacakan atau tracing tuberkulosis (TB) di sejumlah titik masyarakat. Sejak dimulai 13 Agustus hingga 30 September 2026, sebanyak 118 lokus telah menjadi sasaran kegiatan.

Program tersebut masih berlangsung hingga November mendatang dengan target 239 lokus. Pada termin pertama, Dinkes Samarinda menargetkan 143 lokus atau sekitar 60 persen dari keseluruhan sasaran.

Kepala Diskes Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, tracing dilakukan sebagai upaya mempercepat penemuan terduga TB. Program tersebut juga merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat penanganan penyakit menular.

“Makanya tahun ini dilakukan tracing TBC, artinya percepatan untuk melakukan pemeriksaan screening terhadap terduga pasien-pasien TBC,” ujarnya Jumat (2/10).

Dia menyebut, kegiatan tracing terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan dilakukan menggunakan dua metode, yakni skrining berdasarkan gejala serta skrining gejala yang dilanjutkan pemeriksaan X-ray. "Targetnya dua program nasional ini bisa sama-sama berjalan," sebutnya.

Dia menjelaskan dalam pelaksanaannya, satu tim dapat melibatkan hingga 12 petugas ketika menggunakan layanan mobile X-ray. Mereka terdiri atas petugas radiografer, lima tenaga kesehatan puskesmas, dua kader, serta dua petugas pendamping dari Dinkes. “Untuk satu lokus dengan X-ray ada 12 petugas, sedangkan tanpa X-ray 10 petugas,” jelasnya.

Dia menambahkan pelaksanaan sejauh ini berjalan relatif lancar, meskipun tim juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan tenaga kesehatan karena bersamaan dengan pelaksanaan sejumlah program pelayanan kesehatan lainnya. Meski demikian, dukungan pemerintah pusat membantu pelaksanaan kegiatan. Termasuk dukungan anggaran untuk operasional serta transportasi bagi masyarakat yang mengikuti pemeriksaan. “Silakan mengikuti program ini. Program ini gratis dari pemerintah,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
Diskes Samarinda tracing tuberkulosis (TB) ismed kusasih